Stasiun Bersejarah Kayutanam Kini Jadi Pusat Mobilitas Warga, KAI Catat Lonjakan Penumpang KA Lembah Anai 87 Persen

Penulis: Ridwan Azhari  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 10:53:01 WIB
Stasiun Kayutanam kembali beroperasi sebagai pusat mobilitas warga Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN — Angkutan kereta api lokal di Sumatera Barat tengah menikmati masa keemasan. PT KAI Divre II Sumbar melaporkan bahwa jumlah penumpang KA Lembah Anai melonjak 87 persen pada lima bulan pertama tahun 2026. Tercatat, 24.783 penumpang telah menggunakan jasa kereta ini sejak Januari hingga Mei, sebuah rekor baru yang mematahkan tren tahun-tahun sebelumnya.

Dari Railbus ke Rangkaian Ekonomi: Kapasitas Penumpang Melejit

Kunci dari lonjakan ini adalah transformasi layanan yang dilakukan KAI sejak awal tahun. Mulai 1 Januari 2026, rute kereta diubah dari Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayutanam–Padang. Keputusan ini diambil untuk mempermudah akses warga menuju pusat kota.

Tak hanya rute, kapasitas angkut pun ditingkatkan secara signifikan. Kereta yang semula menggunakan Railbus dengan hanya 78 tempat duduk, kini digantikan oleh rangkaian kereta kelas ekonomi (K3) berkapasitas 192 tempat duduk. Langkah ini langsung berdampak pada jumlah penumpang yang bisa terlayani setiap harinya.

Tarif Rp3.000 dan 6 Perjalanan Harian: Pilihan Transportasi Warga

KAI juga mempertahankan tarif yang sangat terjangkau. Masyarakat cukup membayar Rp3.000 untuk rute Padang–Duku dan Rp5.000 untuk rute Padang–Kayutanam. Dengan tarif serendah itu, warga mendapatkan alternatif transportasi yang bebas macet dan tepat waktu.

Untuk menunjang mobilitas, KA Lembah Anai mengoperasikan enam perjalanan pulang-pergi setiap hari. Jadwal keberangkatan dari Kayutanam dimulai pukul 05.30 WIB, 11.40 WIB, dan 16.20 WIB. Sementara dari Padang, kereta berangkat pukul 08.35 WIB, 14.10 WIB, dan 18.55 WIB.

Stasiun Kayutanam: Saksi Sejarah yang Kini Hidup Kembali

Di balik angka-angka positif ini, ada cerita tentang sebuah stasiun bersejarah. Stasiun Kayutanam yang terletak di Nagari Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Belanda. Dahulu, stasiun kelas II ini menjadi simpul utama jalur kereta api bergigi (rack railway) yang melintasi medan pegunungan menuju Padang Panjang.

Setelah vakum, stasiun ini kembali beroperasi melayani kereta lokal pada 2016. Kini, transformasinya menjadi pusat mobilitas modern bagi warga Padang Pariaman dan sekitarnya dinilai berhasil. Bangunan kolonial yang kokoh itu menjadi saksi bagaimana transportasi publik bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, KAI Berkomitmen Perbaiki Layanan

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyatakan bahwa pertumbuhan ini adalah bukti nyata kepercayaan publik. “Pertumbuhan volume pelanggan KA Lembah Anai hingga 87 persen menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang andal,” ujar Reza dalam keterangan resmi.

Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Pencapaian ini menjadi motivasi bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” tambahnya. Dengan tren positif ini, KA Lembah Anai diproyeksikan akan terus menjadi tulang punggung mobilitas warga Sumatera Barat.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top