LUBUK BASUNG — Akses utama penghubung dua wilayah di Sumatera Barat itu lumpuh total akibat tanah longsor yang terjadi pada Rabu (10/6) dini hari. Camat Ampek Koto, Subhan, menyebut material longsor tidak hanya berupa tanah, tetapi juga kayu-kayu besar yang ikut terbawa dari tebing di atas lokasi kejadian.
Subhan mengatakan warga setempat sudah berinisiatif melakukan gotong royong membersihkan material sejak Rabu pagi. Mereka menggunakan alat seadanya untuk menyingkirkan pohon tumbang dan tumpukan tanah yang menutupi aspal.
Namun, upaya warga tidak berlangsung lama. Alat berat dari UPT Jalan Provinsi akhirnya tiba di lokasi untuk membantu proses pembersihan secara lebih maksimal.
"Mudah-mudahan pembersihan material tanah longsor cepat selesai, agar akses lalu lintas kembali normal," kata Subhan di Lubuk Basung, Rabu.
Selama proses pembersihan berlangsung, kendaraan dari arah Lubuk Basung menuju Bukittinggi dan sebaliknya tidak bisa melewati ruas tersebut. Pemerintah kecamatan mengalihkan arus kendaraan melalui jalur alternatif Panta.
Subhan mengakui, lokasi longsor kali ini merupakan titik rawan yang pernah mengalami kejadian serupa. Longsor besar sebelumnya terjadi pada November 2025, yang mengakibatkan tebing di jalan tersebut longsor dan badan jalan ikut terban.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Abdul Ghafur, menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi setelah menerima laporan longsor di Sungai Landia.
Selain di titik utama longsor, Abdul Ghafur melaporkan pohon tumbang juga terjadi di Kelok 10. Satgas BPBD Agam sudah ditugaskan membersihkan sisa kayu tumbang di lokasi tersebut yang sebelumnya sudah dibantu oleh pihak nagari. Setelah selesai, satgas akan bergerak ke Sungai Landia untuk membantu pembersihan material longsor.
Setidaknya ada beberapa titik tanah longsor yang melanda jalan provinsi di kawasan Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, dalam waktu berdekatan.