LIMA PULUH KOTA — Para pendidik PAUD di Kabupaten Lima Puluh Kota mendapat kesempatan mengasah kemampuan merancang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didik. Workshop dan pendampingan yang berlangsung selama tiga hari itu merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi.
Metode Joyful Learning dinilai krusial untuk diterapkan di jenjang PAUD guna menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan dan sesuai dengan tumbuh kembang anak. Dalam kegiatan itu, para guru tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pendampingan langsung dalam menyusun RPP yang interaktif.
Narasumber dari Universitas Panca Sakti Bekasi, Ayu Syarifah H.F, M.Pd, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam pengembangan PAUD di daerah. “Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dari komitmen Universitas Panca Sakti Bekasi dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini dan merupakan bagian dari Tri Dharma Pendidikan Universitas,” ujarnya dalam sambutan.
Ketua IGTKI (Ikatan Guru TK Indonesia) Kabupaten Lima Puluh Kota, Nur Isnawati, S.Pd.AUD, mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat membantu para pendidik yang perlu terus difasilitasi untuk meningkatkan profesionalisme.
“Kegiatan seminar yang diselenggarakan mahasiswa Pascasarjana Magister PAUD Panca Sakti Bekasi merupakan satu hal yang patut ditiru dan didukung. Kegiatan seminar ini tentu sangat membantu,” kata Nur Isnawati.
Workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota yang diwakili Sub Koordinator Afrina Nijar, S.Pd, serta Ketua PGRI dan pengurus Himpaudi setempat. Kehadiran mereka menandakan sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan lokal.
Selain Ayu Syarifah, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber lain, yakni Wirdanita S.Pd.AUD (dari Liko), Eza Lisma S.Pd.AUD (dari Kabupaten Solok), Laila Nuzila Khoirunnisa (dari Kalimantan), dan Yuliana Fitri, S.Pd (dari Batu Tinggi). Pelaksanaan dilakukan secara daring dan luring, serta didampingi langsung oleh dosen pembimbing Universitas Panca Sakti Bekasi, Dr. Brigita Puridawaty, M.Si., M.Pd.
Dengan adanya pendampingan ini, para guru PAUD di Lima Puluh Kota diharapkan mampu menciptakan sekolah-sekolah berkualitas yang memberikan pendidikan holistik dan integratif. “Khususnya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia sehingga lebih maju lagi,” imbuh Ayu Syarifah.