Dispersip Kabupaten Solok Gandeng Dua Kreator Digital, Siapkan Generasi Muda Kuasai AI Lewat Bimtek Konten Literasi

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:30:01 WIB
Dispersip Kabupaten Solok menggelar Bimtek Video Konten Literasi untuk tingkatkan kompetensi digital generasi muda.

KOTO BARU — Perpustakaan di Kabupaten Solok mulai bertransformasi menjadi pusat pengembangan kompetensi digital, bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Langkah itu diwujudkan melalui Bimtek Video Konten Literasi yang digelar Dispersip setempat pada Selasa (30/6/2026).

Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Rak Buku

Kepala Dispersip Kabupaten Solok, Eko Gunanto, menegaskan bahwa perpustakaan hari ini harus berkembang menjadi pusat literasi digital, kreativitas, dan inovasi. “Perpustakaan hari ini tidak lagi identik dengan rak-rak buku. Perpustakaan harus menjadi pusat literasi, pusat belajar, pusat kreativitas, dan pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Menurut Eko, peningkatan kualitas literasi masyarakat menjadi fondasi utama menghadapi era digital. Generasi muda, lanjutnya, harus dibekali kemampuan berpikir kritis sekaligus keterampilan memanfaatkan teknologi secara produktif agar mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

Dibekali Praktik Langsung Membuat Konten dengan AI

Supri Ardi dalam paparannya menekankan bahwa perpustakaan harus hadir di media sosial karena perilaku masyarakat kini banyak mengakses informasi melalui platform digital. Ia tidak hanya menyampaikan teori, tetapi mengajak peserta mempraktikkan pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten digital—mulai dari mencari ide, menyusun naskah, membuat caption, mendesain visual, hingga strategi distribusi konten.

“Yang akan tertinggal bukan orang yang tidak memiliki AI, tetapi orang yang tidak mau belajar menggunakan AI,” tegas Supri.

Namun ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan etika dan kemauan untuk terus belajar.

Konten Kreator Berbagi Pengalaman Sejak 2016

Konten kreator Uda Rio membagikan pengalamannya membangun karier di dunia digital sejak 2016. Ia memotivasi peserta agar tidak mudah menyerah jika konten yang dibuat belum mendapat perhatian besar. “Jangan berhenti hanya karena konten belum ramai. Konsisten, terus belajar, dan nikmati prosesnya. Kesuksesan datang kepada mereka yang tidak berhenti mencoba,” pesannya.

Sepanjang kegiatan, peserta aktif berdiskusi mengenai teknik produksi video, membangun personal branding, memanfaatkan AI secara efektif, hingga peluang memperoleh penghasilan dari industri kreatif digital.

Bimtek Jadi Program Tahunan Dispersip Solok

Ketua panitia, Lili Guswanti, menjelaskan bahwa Bimtek tersebut merupakan bagian dari program Dispersip Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2026. Tujuannya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan konten digital yang edukatif, kreatif, dan bernilai literasi.

Melalui kegiatan ini, Dispersip Kabupaten Solok membuktikan bahwa perpustakaan telah bertransformasi menjadi ruang kolaborasi, inovasi, dan pengembangan kompetensi digital. Langkah itu menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menciptakan karya, menguasai teknologi, dan siap bersaing di era kecerdasan buatan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: dutametro.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top