LUBUKBASUNG — Tiga orang petugas dari Bidang Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam kini rutin berputar ke sejumlah titik keramaian. Mereka menyisir Pasar Bawan di Kecamatan Ampek Nagari, Pasar Tiku di Tanjung Mutiara, Pasar Rabaa di Tanjung Raya, Pasar Padang Lua di Banuhampu, dan Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan. Khusus untuk Pasar Serikat, pemantauan dilakukan setiap hari. Empat pasar lainnya dikunjungi secara mingguan atau bulanan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Budi Perwira Negara, menyebutkan data dari lapangan segera dilaporkan ke aplikasi milik Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. “Hasil dari pemantauan itu bakal jadi bahan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” kata Budi didampingi Kepala Bidang Pasar Donfri Edward di Lubuk Basung, Jumat.
Jika ditemukan barang langka atau harga melonjak, Pemprov Sumbar siap memasok kebutuhan ke Agam. Mekanisme ini sudah berjalan saat harga cabai merah naik beberapa waktu lalu. “Pemprov Sumbar bakal memasok ke Agam, sehingga harga normal,” ujar Budi.
Saat ini, kata Budi, harga kebutuhan pokok di Agam masih tergolong normal. Kondisi itu tak lepas dari status Agam sebagai daerah penghasil cabai merah, kentang, bawang merah, beras, dan ikan. Berdasarkan data yang dihimpun tim, harga beras benang pulau dan beras sokan sama-sama Rp 16 ribu per kilogram, beras IR 42 juga Rp 16 ribu, sedangkan beras anak daro Rp 17 ribu per kilogram.
Untuk cabai merah keriting dibanderol Rp 50 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp 40 ribu, dan cabai rawit hijau Rp 35 ribu per kilogram. Bawang merah dijual Rp 35 ribu per kilogram, bawang putih Rp 38 ribu per kilogram. Gula pasir curah Rp 19 ribu per kilogram, gula pasir kemasan Rp 20 ribu per kilogram. Minyak goreng curah Rp 20 ribu per liter, minyak goreng kemasan Rp 21 ribu per liter, dan Minyakita Rp 15.700 per liter.
Harga daging ayam ras tercatat Rp 38 ribu per kilogram, daging sapi Rp 145 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp 43 ribu per kilogram, dan ikan teri Rp 70 ribu per kilogram.
Budi menjelaskan Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan menjadi prioritas pemantauan harian karena volume transaksinya paling besar dibanding pasar lainnya di Agam. Fluktuasi harga di pasar ini biasanya menjadi indikator awal pergerakan harga di daerah lain. “Monitoring di empat pasar tradisional lainnya kita lakukan setiap minggu atau bulan,” katanya.
Langkah ini diambil agar data yang dikirim ke pemerintah provinsi dan pusat selalu terkini. Dengan begitu, intervensi pasokan bisa dilakukan cepat jika harga mulai merangkak naik.