PARIK MALINTANG — Pemkab Padang Pariaman memanfaatkan hamparan pasir Pantai Katapiang sebagai lintasan utama lomba lari tanpa alas kaki. Konsep 'barefoot running' dipilih karena memberikan sensasi berlari yang lebih alami, berbeda dengan lomba lari konvensional di aspal atau trek sintetis.
Panitia menyiapkan dua kategori perlombaan. Pertama, Championship 5 kilometer untuk pelari yang serius mengejar waktu. Kedua, Fun Run 3,5 kilometer yang lebih santai dan terbuka untuk semua kalangan, termasuk keluarga.
Seluruh rute start dan finis berada di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Ketaping, yang membentang di sepanjang pesisir Pantai Katapiang. Di perairan laut kawasan ini, kawanan lumba-lumba kerap terlihat melintas.
Anton menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga. "Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi wisata Pantai Katapiang kepada masyarakat luas," ujarnya.
Event ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir. Selama acara berlangsung, pengunjung disuguhi pameran UMKM, hiburan, dan berbagai aktivitas yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta komunitas lokal.
Pemkab Padang Pariaman berharap Barefoot Running 2026 dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah. "Kami mengajak masyarakat, komunitas lari, generasi muda, hingga wisatawan dari berbagai daerah untuk menjadi bagian dari sejarah Barefoot Running pertama di Sumatera," kata Anton.
Melalui penyelenggaraan ajang ini, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata di kawasan Pantai Katapiang. Pihaknya saat ini terus mematangkan persiapan agar pelaksanaan berlangsung aman, nyaman, dan meriah dengan melibatkan berbagai pihak.