PLN Solok Aliri Listrik ke Kebun Buah Naga di Singkarak, Petani Bisa Panen Sepanjang Tahun

Penulis: Fadhli Usman  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:43:31 WIB
PLN UP3 Solok resmi aliri listrik ke kebun buah naga di Singkarak untuk mendukung panen sepanjang tahun.

SINGKARAK — Petani buah naga di kawasan Danau Singkarak kini tak lagi bergantung sepenuhnya pada musim. PLN UP3 Solok, melalui ULP Singkarak, baru saja menyambung listrik untuk kebun milik Nofriadi yang memanfaatkan teknologi pencahayaan buatan untuk memicu pembungaan di luar musim.

Manager ULP Singkarak, Robby Prakoso, hadir langsung dalam proses penyalaan yang berlangsung Selasa pekan lalu. Listrik yang dialirkan berkekuatan 33 kVA ini tidak hanya menerangi kebun, tetapi menjadi tulang punggung sistem yang mengatur siklus tumbuh tanaman.

Listrik Jadi Kunci Panen Non-Musim

Pada kebun buah naga, listrik digunakan untuk menyalakan lampu LED yang menyinari tanaman di malam hari. Teknologi ini mengelabui tanaman agar mengira masih berada di musim kemarau panjang, sehingga bunga dan buah bisa muncul kapan saja sepanjang tahun.

Akibatnya, frekuensi panen meningkat drastis. Petani tidak perlu menunggu musim tertentu untuk memetik hasil. Pasokan buah naga pun menjadi lebih stabil dan berkelanjutan, sesuatu yang sulit dicapai dengan metode konvensional.

Program Electrifying Agriculture: Dari Lampu ke Produktivitas

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan bahwa program Electrifying Agriculture dirancang untuk mengubah sektor pertanian tradisional menjadi modern. "PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung sektor-sektor produktif, termasuk pertanian. Kehadiran listrik tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di daerah," ujar Ajrun dalam pernyataan resmi.

Menurut Ajrun, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian yang bisa dikembangkan melalui teknologi berbasis listrik. Pihaknya akan terus memperluas program ini ke pelaku usaha lain yang membutuhkan pasokan energi stabil.

Nofriadi: Dulu Bergantung Musim, Kini Bisa Atur Jadwal Panen

Pemilik kebun, Nofriadi, menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku sebelumnya kesulitan mengatur jadwal panen karena sangat bergantung pada kondisi alam. Kini, dengan listrik yang andal, ia bisa mengatur kapan tanaman harus berbunga dan berbuah.

PLN menargetkan program serupa bisa diadopsi oleh lebih banyak petani di Sumatera Barat. Keberhasilan kebun buah naga di Singkarak ini diharapkan menjadi percontohan bagi komoditas lain seperti kopi, kakao, atau sayuran hidroponik yang membutuhkan pencahayaan dan irigasi listrik.

Dengan adanya pasokan listrik yang stabil, para petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga bisa menekan biaya operasional jangka panjang. Efisiensi ini pada akhirnya berujung pada peningkatan pendapatan dan daya saing di pasar regional.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top