Direktur Utama PDAM Padang Hendra Pebrizal mengungkapkan dua opsi saat perbaikan IPA Gunung Pangilun digelar. Opsi pertama: menutup total distribusi air agar pengerjaan rampung lebih cepat, sekitar dua bulan dari jadwal. Dampaknya langsung dirasakan 50.000 warga di pusat kota yang bergantung pada instalasi tersebut.
"Keputusan ini harus diambil agar kebutuhan air puluhan ribu warga yang disuplai dari IPA Gunung Pangilun tetap terpenuhi," kata Hendra dalam jumpa pers di Padang, Jumat. Ia didampingi Direktur Teknik Andri Satria dan jajarannya.
Opsi kedua yang dipilih: tetap menyalurkan air semaksimal mungkin. Konsekuensinya, kualitas dan kuantitas air tidak optimal selama masa perbaikan.
Pekerjaan di IPA Gunung Pangilun dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proyek berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga Desember 2026. Kegiatan mencakup penggalian di area intake dan aliran sungai untuk pembangunan prasedimentasi, serta perbaikan unit pengolahan.
Menurut Hendra, pekerjaan ini bertujuan merehabilitasi unit prasedimentasi, accelerator, dan filtrasi. Tujuannya meningkatkan kualitas pengolahan air serta mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak bencana November 2025.
Direktur Teknik Andri Satria melaporkan kabar positif. Dari total 12 unit filter di IPA Gunung Pangilun, sebanyak 10 unit telah selesai dikerjakan.
Meski demikian, PDAM meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan. "Kami mohon maaf jika air yang disalurkan mengalami keruh sementara, tekanan menurun, atau gangguan distribusi pada jam tertentu," ujar Hendra.
Keputusan PDAM Padang untuk tidak menutup total distribusi air menjadi angin segar bagi puluhan ribu warga yang bergantung pada IPA Gunung Pangilun. Namun, kesabaran ekstra dari pelanggan sangat dibutuhkan selama proyek perbaikan infrastruktur vital ini berlangsung.