PAYAKUMBUH — Sebanyak 4.180 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh bakal mengikuti sistem pengembangan kompetensi terbaru. Pemkot setempat resmi mengimplementasikan ASN Corporate University (Corpu) sebagai metode pembelajaran yang terintegrasi dengan tugas sehari-hari.
Kebijakan ini ditandai dengan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi Terintegrasi dan ASN Corporate University yang digelar bekerja sama dengan LAN RI di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (9/7).
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mengakui masih ada sejumlah persoalan dalam pengembangan SDM aparatur. Mulai dari belum optimalnya pengembangan karier, pelatihan yang tidak terstruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia yang masih timpang.
“Pengembangan kompetensi ASN harus menjadi investasi jangka panjang bagi organisasi. ASN tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas hari ini, tetapi juga harus siap menghadapi tantangan masa depan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan,” ujar Rida dalam sambutannya.
Menurutnya, dari total 4.180 ASN yang terdiri dari tenaga teknis, guru, tenaga kesehatan, dan PPPK, diperlukan sistem yang terencana dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Corpu dinilai menjadi jawaban atas tantangan tersebut.
Melalui Corpu, proses pembelajaran ASN tidak lagi terpisah dari pekerjaan. Rida menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar saling terhubung dengan manajemen ASN dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional.
Pemkot Payakumbuh telah membentuk struktur organisasi Corpu yang terdiri dari Dewan Pengarah dan Tim Pelaksana. Setelah sosialisasi, pemerintah akan menyusun perangkat pendukung seperti kelompok keahlian, Knowledge Management System (KMS), dan Learning Management System (LMS) yang bisa diakses seluruh ASN.
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Erna Irawati, menegaskan bahwa belajar bukan lagi sekadar aktivitas pengembangan diri. “Melainkan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja,” katanya dalam pemaparan materi.
Ia menambahkan bahwa setiap ASN memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi. Sementara organisasi wajib menyediakan ekosistem pembelajaran yang mendukung peningkatan kapasitas aparatur.
Narasumber LAN RI, Amelia Ayang, memaparkan kerangka integrasi ASN Corporate University yang mencakup penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) dan Individual Development Plan (IDP). Keduanya menjadi instrumen perencanaan pengembangan kompetensi bagi organisasi maupun setiap individu ASN.
Sementara itu, narasumber LAN RI lainnya, Rizky Fitria, menekankan bahwa keberhasilan Corpu memerlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah. Pengembangan kompetensi harus berjalan sistematis dan selaras dengan sasaran organisasi.
Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Aturan tersebut mengamanatkan pengembangan kompetensi ASN melalui pembelajaran yang berlangsung secara berkelanjutan.