PTMSI Sumbar Gelar Kejurprov Tenis Meja 2026 di Payakumbuh, Siapkan Atlet Menuju Porprov dan PON 2028

Penulis: Ridwan Azhari  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:55:31 WIB
atlet putra bertanding dalam Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 di Payakumbuh.

PAYAKUMBUH — Sebanyak 40 atlet bertarung di nomor tunggal umum putra, menjadikannya kategori paling kompetitif dalam Kejurprov Tenis Meja Sumatera Barat 2026. Sementara itu, nomor tunggal umum putri diikuti 27 atlet, menunjukkan animo tinggi dari daerah-daerah di provinsi tersebut.

Evaluasi Pembinaan Daerah Menjadi Prioritas

Ketua Pelaksana Kejurprov, M. Yasir Arafat, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar juara. "Melalui kejuaraan ini kita sudah bisa melihat hasil pembinaan yang dilakukan daerah, terutama untuk persiapan menghadapi berbagai agenda pertandingan, termasuk Porprov," ujarnya saat membuka acara.

Ia menambahkan, hasil pertandingan akan menjadi tolok ukur bagi PTMSI untuk menilai sejauh mana program latihan di kabupaten dan kota berjalan efektif. Data ini akan digunakan untuk menyusun strategi pembinaan jangka panjang.

Kalender Kejuaraan 2027 Disiapkan di Empat Daerah

Ketua Pengprov PTMSI Sumbar, Gustami Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun kalender kejuaraan untuk 2027. Rencananya, ajang serupa akan digelar di Kota Pariaman, Dharmasraya, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan.

"Kita ingin semakin banyak sarana bagi atlet untuk meningkatkan prestasi. Pengurus tenis meja di daerah juga harus proaktif sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada tingkat provinsi," kata Gustami.

Ia menyebut, pada 2026 ini PTMSI berhasil menggelar dua kali Kejurprov berkat dukungan dana pokok pikiran anggota DPRD Sumbar. Frekuensi kejuaraan akan terus ditingkatkan agar atlet memiliki lebih banyak jam terbang.

Fokus Menuju Kejurnas Lampung dan Porprov 2026

Dalam waktu dekat, PTMSI Sumbar memusatkan perhatian pada persiapan atlet menghadapi Kejuaraan Nasional di Lampung pada September 2026. Setelah itu, agenda berikutnya adalah Porprov Sumbar yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026, dengan cabang tenis meja dipusatkan di Kota Padang.

Gustami menekankan bahwa Porprov harus menjadi ajang pembinaan atlet asli Sumatera Barat. Ia meminta seluruh kabupaten dan kota tidak mengandalkan atlet dari luar daerah demi mengejar medali. "Kita ingin Porprov menjadi ajang pembinaan atlet daerah. Jangan hanya mengejar medali dengan menggunakan atlet dari luar Sumbar, karena itu tidak memberikan kebanggaan dan manfaat bagi pembinaan olahraga kita," tegasnya.

Sinergi dengan KONI untuk Target PON 2028

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan bahwa pembinaan atlet menuju PON 2028 telah dimulai sejak awal tahun. Saat ini, KONI Sumbar membina 154 atlet yang menerima uang pembinaan setiap bulan sebagai bagian dari program peningkatan prestasi.

Ia menilai sinergi antara KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga menjadi kunci agar prestasi olahraga Sumbar terus meningkat di tingkat nasional. "Mari sama-sama kita menggapai prestasi untuk mengharumkan nama Sumatera Barat," katanya.

PTMSI Rencanakan Kejuaraan Antar Kepala Sekolah dan Guru

Selain membina atlet, PTMSI Sumbar juga berencana menggelar kejuaraan tenis meja antar kepala sekolah dan guru. Langkah ini diambil sebagai upaya membudayakan olahraga tersebut di tengah masyarakat, sekaligus menjaring bibit-bibit baru dari kalangan pendidik.

Dengan rangkaian agenda yang padat, PTMSI Sumbar optimistis dapat mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional, tanpa harus bergantung pada pemain dari luar daerah.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top