Semarak HJK ke-357, Padang Fashion Summit 2026 Libatkan 75 Desainer dan 115 Jenama

Penulis: Fadhli Usman  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 11:52:31 WIB
desainer dan 115 jenama siap tampil dalam Padang Fashion Summit 2026 di The ZHM Premier Hotel Padang.

PADANG — Sebanyak 75 desainer dan 115 jenama fesyen siap meramaikan Padang Fashion Summit 2026 yang digelar pada 9-10 Agustus di The ZHM Premier Hotel Padang. Ajang yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357 ini mengusung tema "Manaruko Rupo: From Minangkabau Heritage to Global Elegance".

Filosofi "manaruko" berarti merintis, sementara "rupo" bermakna bentuk atau wujud. Tema ini merepresentasikan semangat inovasi yang tetap berpijak pada tradisi Minangkabau. Pesan budaya yang diusung, "Menggali warisan, menemukan rupa baru, menghadirkan elegansi dunia", menjadi pengingat bagi para desainer untuk terus mengeksplorasi wastra Nusantara.

Bukan Sekadar Peragaan Busana, tapi Ekosistem Industri

Staf Ahli Dekranasda Kota Padang, Fomalhaut Zamel, menegaskan bahwa Padang Fashion Summit bukanlah sekadar peragaan busana biasa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, perajin, pelaku usaha kreatif, akademisi, hingga pemerintah dalam satu tujuan.

"Kekuatan utama fesyen Indonesia terletak pada keberagaman budaya di setiap daerah. Minangkabau memiliki peluang besar untuk tampil sebagai identitas khas dalam industri mode internasional," ujar Fomalhaut.

Ia menambahkan, kain tenun, songket, sulaman, serta hasil kriya Minangkabau lainnya dapat dikembangkan menjadi produk fesyen modern tanpa menghilangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Skala Lebih Besar: 36 Model Profesional dan 60 Tenant Pameran

Pada penyelenggaraan tahun ini, PFS 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Acara ini didukung oleh 36 model profesional, 60 tenant pameran, serta penampilan yang dikemas dengan tata musik dan koreografi berskala nasional.

Rangkaian acara selama dua hari cukup padat. Hari pertama akan diisi dengan kompetisi model, seminar mengenai tren fesyen 2027, serta dua sesi peragaan busana. Sementara pada hari kedua akan berlangsung pembukaan resmi, malam final Padang Young Design Competition (PYDC), seminar tentang strategi branding produk, parade busana, hingga penutupan yang bertepatan dengan puncak peringatan HJK ke-357.

Selain pertunjukan fesyen, pengunjung juga bisa mengunjungi pameran produk unggulan, mengikuti diskusi bersama pelaku industri kreatif, menghadiri forum bisnis, serta menikmati bazar kuliner yang menampilkan berbagai produk lokal.

Komitmen Berkelanjutan dan Dampak Ekonomi Kreatif

Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, mengatakan bahwa PFS merupakan bentuk komitmen Pemkot Padang dalam membangun industri fesyen yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem fesyen, mulai dari desainer, UMKM, perajin, penenun, hingga generasi muda.

"Peringatan Hari Jadi Kota Padang menjadi momentum tepat untuk menunjukkan potensi besar daerah dalam industri fesyen berbasis budaya. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menarik investor, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat," ujar Ferry.

Ia menegaskan bahwa konsep keberlanjutan menjadi fokus utama penyelenggaraan PFS 2026. Seluruh rangkaian acara mengedepankan lima nilai utama, yakni identitas, warisan budaya, kreativitas, kesinambungan, dan kebanggaan sebagai landasan pengembangan industri mode yang ramah lingkungan.

Dukungan Sektor Perhotelan untuk Pariwisata Padang

General Manager The ZHM Premier Hotel Padang, Surni Yanti, mengaku bangga hotelnya dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan PFS 2026. Menurutnya, kolaborasi antara sektor perhotelan dan industri kreatif menjadi langkah positif dalam mendukung perkembangan pariwisata Kota Padang.

Pihak hotel telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. "Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Padang," tutup Surni.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: fajarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top