SUMATERA BARAT — Kami merangkum tujuh laptop hybrid termurah yang beredar di Indonesia tahun ini. Fokus utama: harga di bawah Rp 10 juta, layar bisa disentuh, dan bentuk konvertibel atau 2-in-1. Tapi ingat, di rentang harga ini, kompromi pada performa dan material jadi konsekuensi yang harus diterima.
ADVAN 360 Stylus Pro hadir sebagai penerus ADVAN 360 Stylus. Perubahan paling kentara ada di desain keyboard yang lebih kotak dan selaras dengan lini laptop Advan terbaru. Layar sentuhnya tetap mendukung stylus.
Dapur pacunya mengandalkan Intel Core i3-1215U. Menurut klaim pabrikan, performanya mirip AMD Ryzen 3 seri 7000. Untuk tugas kantoran ringan seperti mengetik, browsing, dan meeting Zoom, ini masih cukup. Jangan harap bisa edit video 4K atau main game berat.
Harga Rp 6 jutaan sudah termasuk Windows 11 Home orisinal dan garansi resmi Advan 1 tahun. Pesaing terdekatnya di kelas ini adalah ASUS VivoBook Go 14 Flip.
Laptop konvertibel ini bisa dilipat 360 derajat jadi mode tablet. ASUS mengklaim engselnya tahan buka-tutup hingga 20 ribu siklus. Bobotnya cuma 1,5 kg, masih nyaman dibawa mobile.
Fitur unggulannya lumayan banyak: AI noise cancellation untuk panggilan video, dukungan ASUS Pen untuk menggambar, bodi anti bakteri, backlit keyboard, dan layar bersertifikasi TUV Rheinland untuk rendah emisi cahaya biru.
Harganya mulai dari Rp 7 jutaan. Lebih mahal sekitar Rp 1 juta dari ADVAN, tapi sudah termasuk Windows 11 Home, paket Office Home & Student 2021, dan garansi ASUS Indonesia 2 tahun. Investasi tambahan ini cukup worth it untuk fitur dan layanan purna jual.
Lenovo IdeaPad Duet 3i datang dengan panel IPS touchscreen resolusi 2K. Klaimnya, layar ini mendukung gamut warna hampir 100% DCI-P3. Artinya, akurasi warna untuk editing foto ringan atau nonton film HDR lebih baik dari rata-rata laptop di kelasnya.
Sayangnya, bahan yang kami terima tidak menyebut detail prosesor, RAM, atau harga pasti. Dari posisinya di lineup Lenovo, kemungkinan besar performanya masih di kelas entry-level. Cocok untuk yang prioritas utamanya kualitas layar, bukan kecepatan komputasi.
Laptop hybrid murah ini cocok untuk pelajar, mahasiswa, atau pekerja kantoran yang butuh perangkat ringan untuk catat, presentasi, dan browsing. Mode tablet jadi nilai plus untuk membaca PDF atau menonton video.
Kurang cocok untuk kreator konten yang butuh performa editing tinggi, atau gamer yang butuh GPU dedicated. Di kelas harga ini, lebih baik cari laptop konvensional dengan spesifikasi lebih tinggi jika tidak memerlukan fitur layar sentuh.