PADANG — Pembagian masker ini menyasar pengendara dan pejalan kaki di Lubuk Minturun. Bantuan yang disalurkan mencakup masker medis untuk dewasa hingga masker khusus anak-anak.
Ketua DPC PKS Koto Tangah, Wiki Rahmat Putra, menyebut aksi ini berangkat dari keprihatinan terhadap kualitas udara yang terus menurun di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
"Ini adalah panggilan kemanusiaan dan nurani kami melihat keresahan udara Kota Padang saat ini yang semakin hari semakin berkabut. Oleh karena itu, kami DPC Koto Tangah berinisiatif membagikan masker kepada masyarakat, khususnya di wilayah Koto Tangah," ujar Wiki dalam keterangannya.
Wiki mengimbau warga untuk tidak mengabaikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, langkah sederhana itu mampu menekan risiko gangguan pernapasan akibat udara yang tercemar.
"Kami mengajak warga untuk selalu memakai masker dalam kondisi cuaca seperti saat ini. Semoga kita semua terhindar dari penyakit pernapasan akibat kualitas udara yang memburuk," tambahnya.
Gerakan cepat para kader di tingkat kecamatan itu mendapat sorotan positif dari pengurus partai di level provinsi. Ketua DPW PKS Sumatera Barat, Ulyadi, menilai aksi nyata di lapangan merupakan wujud komitmen pelayanan partai kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi kepekaan dan langkah cepat struktur DPC dan DPD. PKS akan selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat warga membutuhkan perlindungan dan bantuan mendesak seperti kondisi cuaca saat ini," ungkap Ulyadi.
Haris, warga Kota Padang yang kebetulan melintas di lokasi pembagian, mengaku terbantu dengan adanya aksi sosial tersebut. Ia menilai masker yang dibagikan sangat berguna, terutama untuk melindungi anak-anak dari polusi udara.
"Terima kasih banyak kepada PKS yang sudah membagikan masker ini. Pembagian ini sangat membantu kami, apalagi untuk anak-anak, karena udara memang terasa makin tidak sehat," tutur Haris.
Kualitas udara yang memburuk di Kota Padang beberapa pekan terakhir dipicu oleh kabut asap yang menyelimuti wilayah pesisir Sumatera Barat. Dinas Kesehatan setempat sebelumnya juga telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).