Wali Kota Payakumbuh Tekankan Peran Madrasah Bentengi Pelajar dari Dampak Negatif Arus Digital

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 11 September 2026 | 08:16:01 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman membuka Rapat Koordinasi KKMTs Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

PAYAKUMBUH — Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menilai tantangan yang dihadapi pelajar saat ini jauh lebih rumit dibanding dekade sebelumnya. Akses informasi yang terbuka lebar membuat kemampuan akademik saja tidak lagi memadai untuk membekali generasi muda.

Pandangan itu ia sampaikan mewakili Wali Kota Zulmaeta saat membuka Rapat Koordinasi KKMTs Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). Forum itu dihadiri pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Madrasah Diminta Jadi Penyaring Arus Informasi

Menurut Elzadaswarman, madrasah tidak bisa lagi sekadar menjalankan fungsi pendidikan akademik. Lembaga itu dituntut membangun lingkungan yang memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah peserta didik.

"Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring," ungkapnya.

Ia menilai pergaulan modern dan informasi yang tidak tersaring menjadi dua sumber utama risiko bagi pelajar. Madrasah dipandang sebagai ruang yang paling tepat untuk menahan dampak keduanya.

Kepala Madrasah Dituntut Lebih dari Sekadar Administrasi

Dalam konteks itu, posisi kepala madrasah menjadi kian strategis. Elzadaswarman menyebut tugas mereka tidak berhenti pada memastikan administrasi dan manajemen kelembagaan berjalan lancar.

Kepala madrasah juga harus mampu mendorong inovasi pembelajaran. Orientasi pendidikan tetap harus dijaga pada pembentukan karakter peserta didik.

Adaptasi teknologi tetap diperlukan. Respons itu bisa lewat kurikulum dan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, transformasi tersebut mesti berjalan seiring penguatan nilai keimanan dan pembentukan akhlak.

"Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi," pintanya.

Kolaborasi Lintas Pihak Jadi Kunci Mutu Madrasah

Elzadaswarman menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan pemangku kepentingan lain perlu membangun kolaborasi.

Tanpa kerja sama itu, ia khawatir kebijakan dan program pendidikan hanya berhenti di tataran perencanaan. Perubahan nyata bagi peserta didik tidak akan terwujud.

Rakor KKMTs sendiri dipandang sebagai ruang memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi antarkepala madrasah. Forum itu diharapkan melahirkan langkah strategis yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

"Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat," ujar Elzadaswarman.

MTsN 2 Payakumbuh Jadi Tuan Rumah, 19 Kabupaten-Kota Hadir

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Menurut Yarisman, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi kesempatan memperkuat silaturahmi. Forum itu juga menjadi ajang menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

MTsN 2 Kota Payakumbuh, katanya, siap mendukung pelaksanaan rakor agar forum tersebut menghasilkan keputusan dan langkah strategis yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang diikuti para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: sumbarkita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top