Pelatih Belanda Xavi Hernandez memuji penampilan Mexx Meerdink yang mencetak dua gol saat timnya mengalahkan Serbia 2-1 di Stadion Rajko Mitic, Belgrade. Kemenangan itu diraih Belanda meski sempat berada dalam tekanan pemain berkualitas tinggi Serbia. Xavi menilai anak asuhnya masih perlu pembenahan dalam pressing dan organisasi pertahanan.
PADANG — Penyerang AZ Alkmaar Mexx Meerdink menjadi penentu kemenangan Belanda atas Serbia dengan dua gol yang lahir pada menit ke-30 dan menit ke-69. Dua gol itu memastikan tim tamu pulang membawa tiga poin dari Stadion Rajko Mitic.
Xavi Hernandez menyebut kontribusi Meerdink lebih dari sekadar gol. Pelatih asal Spanyol itu menilai penyerangnya bekerja untuk kepentingan seluruh tim, bukan hanya mengejar catatan pribadi.
"Saya senang sekali melihat Mexx (Meerdink). Dia mencetak dua gol, tetapi yang lebih penting adalah dia bekerja untuk seluruh tim," kata Xavi setelah pertandingan kepada UEFA.
Peran Joey Veerman tidak luput dari sorotan Xavi. Gelandang itu mengirim umpan terobosan yang diteruskan Guus Til kepada Meerdink, membuka jalan bagi gol pembuka Belanda.
Veerman kembali berkontribusi pada gol kedua dengan kualitas umpan yang dinilai Xavi berada di level berbeda. Kombinasi Veerman, Til, dan Meerdink menjadi pola yang menyulitkan lini belakang Serbia sepanjang laga.
"Veerman tampil luar biasa, dengan umpan-umpan yang sangat bagus dan kualitas nyata dalam cara dia membantu rekan-rekannya," tutur Xavi.
Xavi mengungkapkan bahwa Meerdink sebenarnya bukan pilihan utama Belanda untuk mengeksekusi penalti. Peran itu dipegang Cody Gakpo, yang tetap menjadi opsi pertama tim saat mendapat hadiah penalti.
Catatan dua gol ke gawang Serbia menempatkan Meerdink sebagai opsi serang yang mulai diperhitungkan. Penyerang berusia muda itu menunjukkan ketenangan di depan gawang pada laga yang berlangsung ketat.
Meski menang, Xavi tidak menutup mata pada kelemahan timnya. Ia menyoroti pressing, mid-block, dan penjagaan garis pertahanan yang dinilai belum berjalan sesuai rencana.
"Kami bisa tampil lebih baik dalam melakukan high press, mid-block, dan menjaga garis pertahanan. Tapi kami memang pantas menang," kata Xavi.
Tekanan yang dialami Belanda, menurut Xavi, muncul karena Serbia memiliki pemain dengan kualitas individual tinggi. Ia menyebut Luka Jovic dan Dusan Tadic sebagai dua nama yang paling merepotkan lini belakang Belanda.
Belanda tidak punya waktu lama untuk beristirahat. Laga berikutnya sudah menanti melawan Yunani di Thessaloniki pada Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB.
Dua gol Meerdink ke gawang Serbia menjadi modal berharga sebelum lawatan ke Yunani. Xavi diyakini tetap mengandalkan kombinasi Veerman, Til, dan Meerdink di lini serang.