Kanwil Imigrasi Sumbar Tangani Tujuh Pengungsi Yaman Satu Keluarga di Agam

Penulis: Ridwan Azhari  •  Rabu, 30 September 2026 | 08:16:01 WIB
Kanwil Imigrasi Sumbar bersama Rudenim menangani tujuh pengungsi asal Yaman di Kabupaten Agam.

PADANG — Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumatera Barat bergerak bersama Rumah Detensi Imigrasi menangani keberadaan tujuh pengungsi asal Yaman di Kabupaten Agam. Penanganan melibatkan dua institusi keimigrasian yang berkoordinasi di tingkat provinsi.

Tujuh orang itu merupakan satu keluarga. Mereka berada di Kabupaten Agam, salah satu daerah di Sumatera Barat, dan kini dalam penanganan Kanwil Imigrasi bersama Rudenim setempat.

Satu Keluarga Jadi Fokus Penanganan

Komposisi tujuh pengungsi yang seluruhnya berasal dari Yaman itu tercatat sebagai satu unit keluarga. Status mereka sebagai pengungsi menempatkan penanganannya di ranah keimigrasian, bukan sekadar urusan kependudukan daerah.

Kabupaten Agam menjadi lokasi keberadaan mereka. Daerah ini berada di jalur tengah Sumatera Barat, wilayah yang selama ini bukan pintu masuk utama arus pengungsi luar negeri ke Indonesia.

Peran Kanwil Imigrasi dan Rudenim

Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumbar menggandeng Rudenim dalam menangani kasus ini. Rudenim memiliki kewenangan menampung dan mengurus orang asing yang berstatus pengungsi sebelum ada keputusan lebih lanjut.

Penanganan oleh dua lembaga ini menunjukkan keberadaan pengungsi asing di daerah tetap berada dalam pengawasan otoritas keimigrasian pusat maupun wilayah.

Pengawasan Orang Asing di Daerah

Keberadaan pengungsi asal Yaman di Agam menambah daftar orang asing yang ditangani instansi keimigrasian Sumatera Barat. Pengawasan terhadap orang asing di daerah dijalankan Kanwil Imigrasi bersama kantor imigrasi dan Rudenim setempat.

Penanganan satu keluarga pengungsi ini belum disertai keterangan resmi soal durasi penampungan maupun lokasi lanjutan usai proses di Agam.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top