JAKARTA — Kedua tokoh sempat saling bermaafan sebelum berbincang. Suasana ceria khas Minangkabau mewarnai pertemuan yang digelar di Jakarta itu. Tidak hanya berjabat tangan, Fauzi Bahar dan Djamari Chaniago saling berbalas pantun sebagai simbol eratnya persaudaraan sesama anak nagari.
Momen haru sekaligus lucu itu ditutup dengan pantun Minangkabau yang sarat makna persatuan:
Pincalang biduak Rang Tiku,
Didayuang sambia manungkuik,
Basilang kayu dalam tungku,
Di sinan api mangkonyo iduik.
Pantun itu bermakna, meski kayu bersilang di dalam tungku, justru di situlah api akan hidup menyala. Filosofi adat ini menggambarkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal biasa. Dari perbedaan itulah semangat kebersamaan dan persatuan dihidupkan.
Kepada wartawan, Rabu (30/9/2026), Fauzi Bahar menyampaikan bahwa silaturahminya dengan Menkopolkam RI merupakan bagian dari komitmen LKAAM Sumbar. Lembaga adat itu ingin terus merajut komunikasi dengan para tokoh nasional asal Minangkabau.
Djamari Chaniago menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan pentingnya nilai-nilai adat Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Pertemuan diakhiri dengan diskusi ringan tentang kemajuan Sumatera Barat. Provinsi itu genap berusia ke-81 tahun pada Kamis (1/10).