SIMPANG EMPAT — Wilayah Kecamatan Sasak Ranah Pasisie masuk dalam zona rawan bencana tinggi di Pasaman Barat. Hal itu mendorong Pemkab setempat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dikukuhkan pada Senin lalu.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di tengah risiko bencana yang mengintai.
"Amanah kemanusiaan saat berada di pundak para pengurus KSB," kata Yulianto usai mengukuhkan kepengurusan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.
Empat Hari Pelatihan untuk 275 Peserta
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi menjelaskan, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026. Sebanyak 275 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan terlibat dalam pelatihan dan simulasi.
Program ini merupakan kerja sama Kementerian Sosial dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Pasaman Barat. Selain simulasi SOP, bantuan kesiapsiagaan senilai Rp157.290.000 juga diserahkan kepada pengurus KSB.
Peta Rawan hingga Lumbung Sosial Jadi Prioritas
Bupati meminta pengurus KSB segera menyusun langkah strategis. Beberapa prioritas yang harus dijalankan antara lain pemetaan wilayah rawan bencana beserta jalur evakuasi, pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak.
Selain itu, pengurus diminta memasang rambu-rambu evakuasi, mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat melalui kentongan, pengeras suara, maupun sirene. Pembentukan lumbung sosial yang berisi logistik darurat juga menjadi agenda wajib.
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama dalam menghadapi potensi bencana," ujar Yulianto.
Esensi KSB: Dari Masyarakat, oleh Masyarakat, untuk Masyarakat
Menurut Bupati, esensi KSB adalah berbasis masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan digerakkan demi keselamatan masyarakat. Keberadaan KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat nagari.
Pengukuhan KSB dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Sifrowati Yulianto, unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana), camat, wali nagari, PMI, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.