SUMATERA BARAT — Kabar kembalinya Toyota MR2 semakin memanas setelah laporan dari Carscoops, Rabu (26/8), mengungkap detail jantung pacu mobil sport mid-engine legendaris ini. Alih-alih mempertahankan mesin lama, Toyota memilih platform anyar dengan teknologi yang diklaim membawa DNA balap sesungguhnya.
Menurut laporan tersebut, MR2 baru akan menggendong mesin turbo empat silinder G20E 2.0 liter dengan posisi mid-engine. Pada versi standar, tenaganya diperkirakan mencapai 400–450 hp, namun varian balapnya sanggup menembus 600 hp.
Varian Jalan Raya Ekstrem dengan Tenaga 500 HP
Dari basis mesin balap tersebut, Toyota membuka peluang menghadirkan varian jalan raya ekstrem dengan tenaga sekitar 500 hp. Angka ini disebut masih memenuhi regulasi kebisingan dan emisi yang berlaku di berbagai negara.
Pengembangan teknologi ini bukan tanpa proses. Toyota sebelumnya sempat menguji coba prototipe GR Yaris bermesin tengah sebelum akhirnya beralih ke prototipe MR2 yang sesungguhnya. Desain finalnya pun diyakini mengacu pada konsep FT-Se yang diperkenalkan pada 2023, meski masih tertutup kamuflase tebal.
Sistem AWD untuk Jinakkan Karakter Liar
Perubahan paling signifikan hadir pada sistem penggerak. MR2 baru dikabarkan akan mengusung All Wheel Drive (AWD) untuk mengatasi masalah understeer parah yang kerap terjadi pada mobil berpenggerak roda depan berdaya besar.
Bos Gazoo Racing, Tomoya Takahashi, mengakui bahwa MR2 generasi lama memiliki karakter yang sulit dikendalikan.
"Apa yang membuat mobil tersebut dapat berbelok dengan sangat baik juga membuatnya mudah berputar di tikungan," ujar Tomoya Takahashi.
Dengan tambahan AWD, energi rotasi justru diharapkan bisa membantu menarik mobil melewati tikungan dengan lebih stabil. Ini menjadi solusi cerdas untuk mempertahankan kelincahan khas MR2 tanpa mengorbankan keselamatan pengemudi.
Melepas Logo Toyota, Mengikuti Jejak GR dan Lexus
Keputusan paling mengejutkan adalah kabar bahwa MR2 versi modern tidak akan menggunakan logo Toyota. Langkah ini mengikuti jejak GR GT yang lebih dulu dirumorkan berdiri sebagai merek performa independen.
Strategi tersebut dinilai sebagai upaya Toyota membangun Gazoo Racing (GR) menjadi divisi performa yang berdiri sendiri, mirip dengan posisi Lexus yang menjadi merek mewah terpisah dari Toyota. Pendekatan ini diyakini bisa memberi ruang kreativitas lebih luas bagi tim pengembang.
Hingga kini Toyota belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail akhir sistem penggerak, harga, maupun nama produksi. Namun, antusiasme penggemar mobil sport global sudah menguat sejak kabar ini beredar, mengingat MR2 terakhir kali diproduksi pada 2007 lalu.