Pencarian

BNPB Siap Penuhi Kebutuhan Penanganan Banjir Bandang Solok, 474 Warga Mengungsi dan 1 Meninggal

Kamis, 24 September 2026 • 13:07:31 WIB
BNPB Siap Penuhi Kebutuhan Penanganan Banjir Bandang Solok, 474 Warga Mengungsi dan 1 Meninggal
Rapat koordinasi penanganan banjir bandang digelar di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan siap memenuhi kebutuhan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam penanganan dampak banjir bandang di kawasan Arosuka. Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan komitmen itu usai rapat koordinasi bersama Pemkab Solok di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok. Data sementara BPBD Kabupaten Solok mencatat satu orang meninggal, satu masih dicari, empat luka-luka, dan 474 orang mengungsi.

SOLOK — Rapat koordinasi di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok membahas sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari penanganan kondisi darurat, pencarian korban hilang, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, hingga penanganan sarana dan prasarana yang terdampak.

Rustian menegaskan penanganan bencana harus dijalankan bersama-sama dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak agar proses di lapangan berjalan sesuai kondisi nyata.

"Kami dari BNPB akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan Pemerintah Kabupaten Solok untuk penanggulangan bencana banjir bandang, khususnya di Arosuka," kata Rustian.

Data Sementara: 1 Meninggal, 1 Masih Dicari, 474 Mengungsi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul melaporkan satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian akibat banjir bandang tersebut. Sebanyak empat orang mengalami luka-luka, sementara 474 orang harus mengungsi ke lokasi aman.

Pendataan dampak bencana masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memutakhirkan data untuk memastikan kondisi warga dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

52 Rumah Rusak Ringan, 19 Rusak Berat, 10 Kantor Dinas Terdampak

Data sementara BPBD Kabupaten Solok mencatat 52 rumah mengalami rusak ringan, 16 rumah rusak sedang, dan 19 rumah rusak berat. Satu rumah ibadah dilaporkan rusak ringan.

Sepuluh kantor dinas juga terdampak banjir bandang. Kerusakan pada fasilitas pemerintahan itu menambah beban penanganan karena aktivitas layanan publik ikut terganggu.

Bupati Solok Minta Dukungan Pusat Percepat Penanganan

Bupati Solok Jon Firman Pandu menilai dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pemenuhan berbagai kebutuhan di daerah terdampak. Pemerintah daerah, katanya, terus berkoordinasi dengan BNPB dan instansi terkait.

"Kita terus berupaya memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama. Melalui koordinasi bersama BNPB, kita berharap penanganan bencana dapat berjalan cepat dan terpadu," ujar Bupati.

Koordinasi itu mencakup pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta penanganan fasilitas yang mengalami kerusakan. Rustian juga mendorong percepatan langkah lapangan.

"Mari kita mulai bergerak agar ke depannya agar lebih baik," ujarnya.

Pemantauan dan Pendataan Berlanjut untuk Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Solok bersama BNPB dan unsur terkait akan melanjutkan pemantauan kondisi di lapangan. Pendataan kebutuhan menjadi dasar pelaksanaan penanganan dan pemulihan pascabanjir bandang.

Warga terdampak di kawasan Arosuka dan sejumlah titik lain di Kabupaten Solok masih membutuhkan penanganan darurat seiring proses evakuasi dan pencarian korban yang belum tuntas.

Follow www.sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks