AGAM — Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati dalam kejadian tersebut. Rekaman CCTV menunjukkan letusan mengeluarkan api pijar tinggi dari kawah.
Hujan Abu Guyur Bukittinggi, Jalanan Dipenuhi Material Vulkanik
Dampak erupsi langsung terasa di Kota Bukittinggi. Hujan abu vulkanik turun setelah letusan dan belum reda hingga pukul 23.30 WIB. Jalanan utama di kota itu dipenuhi abu vulkanik.
Kondisi bertambah buruk karena padatnya aktivitas kendaraan di ruas jalan tersebut. Abu yang menumpuk di permukaan jalan berpotensi mengganggu jarak pandang dan kesehatan pengendara.
Status Level II Waspada, Radius 3 Km dari Kawah Verbeek Dilarang
Gunung Marapi saat ini berada pada Status Level II Waspada. Masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di radius 3 km dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
Warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar. Ancaman itu terutama mengintai saat musim hujan.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga Sekitar Marapi?
PGA Marapi mengingatkan bahwa bahaya lahar bisa terjadi kapan saja, terutama ketika hujan turun di sekitar puncak. Material vulkanik yang terbawa aliran sungai berpotensi menerjang permukiman di hilir.
Warga diimbau menjauhi area radius bahaya dan memantau informasi resmi dari pos pengamatan. Hujan abu di Bukittinggi juga perlu diantisipasi dengan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruang.