Pencarian

Tinggi Badan Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Kapan Perlu Diwaspadai

Rabu, 30 September 2026 • 13:20:01 WIB
Tinggi Badan Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Kapan Perlu Diwaspadai
Ilustrasi pengukuran tinggi badan anak sesuai prosedur untuk memantau pertumbuhan.

SUMATERA BARAT — Tinggi badan anak yang tampak lebih pendek dari teman seusianya sering bikin ibu cemas, padahal setiap anak punya kecepatan tumbuh berbeda. Kenali cara memantau pertumbuhan lewat kurva WHO dan tanda yang perlu dievaluasi dokter.

Perbedaan tinggi badan antar anak seusia memang lazim terjadi. Yang menentukan bukan perbandingan dengan teman sekelas, melainkan apakah tinggi anak bertambah sesuai kurva pertumbuhannya sendiri.

Pertumbuhan Tinggi Anak Ditentukan Lempeng Pertumbuhan

dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT, Subsp.A(K) dari Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan, lempeng pertumbuhan atau growth plate adalah area di ujung tulang yang berperan memanjangkan tulang selama masa pertumbuhan.

"Selama anak masih dalam masa pertumbuhan, growth plate akan terus bekerja membantu tulang bertambah panjang. Namun, bila area ini mengalami gangguan, misalnya akibat cedera atau kondisi tertentu, pertumbuhan tulang dapat menjadi tidak optimal," ujar dr. Patar.

Karena itu, pantau pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Bila tinggi badan tidak bertambah sesuai perkembangannya, atau ada perbedaan panjang antara satu tungkai dengan tungkai lainnya, pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lempeng pertumbuhannya.

Cara Mengukur Tinggi Badan Anak yang Benar

dr. Eddy Fadlayana, Sp.A(K)., M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung menuturkan, pengukuran harus dilakukan sesuai prosedur agar hasilnya akurat.

"Pada anak di bawah dua tahun, pengukuran dilakukan dalam posisi berbaring menggunakan papan ukur (length board). Sementara itu, anak usia di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri menggunakan alat ukur tinggi badan (stadiometer)," tuturnya.

Hasil pengukuran lalu dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO. Anak di bawah 5 tahun memakai standar WHO 2006, sedangkan anak di atas 5 tahun memakai standar WHO 2007. Keduanya sudah diadopsi dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Membaca Z-Score: Batas Normal dan Tanda Stunting

Dari grafik pertumbuhan, kondisi anak dinilai lewat Z-score, yaitu angka yang menunjukkan posisi pertumbuhan anak dibandingkan standar anak seusianya. Rentang normalnya antara -2 hingga 2.

"Jika hasil pengukuran tinggi badan menunjukkan Z-score di bawah -2, kondisi tersebut dapat mengindikasikan stunting," ucap dr. Eddy.

Angka ini yang sebaiknya jadi acuan ibu, bukan selisih tinggi dengan anak tetangga atau teman sekelas.

Dukung Pertumbuhan Anak dengan Pola Hidup Sehat

Selain pemantauan rutin, tumbuh kembang anak perlu ditopang kebiasaan sehari-hari. Pastikan berat badan sesuai usia, kebutuhan nutrisi terpenuhi, dan aktivitas fisik dilakukan rutin.

"Aktivitas fisik secara rutin dan tidur yang cukup juga penting karena hormon pertumbuhan diproduksi lebih banyak saat anak tidur," ujar dr. Eddy.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Bawa anak ke dokter bila tinggi badannya tidak naik dalam periode pemantauan, Z-score berada di bawah -2, atau ada perbedaan pertumbuhan antar tungkai. Pemeriksaan dini membantu penyebabnya ditangani dengan tepat.

Mayapada Hospital menyediakan Orthopedic Center dengan Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Anak, serta Pediatric Center untuk berbagai masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak. Mayapada Hospital Bandung memiliki Pediatric Center dengan ruang rawat inap khusus anak, Pediatric Emergency 24 jam, dan Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior.

Setiap anak tumbuh dengan ritmenya sendiri. Fokus pada kurva pertumbuhan anak, catat hasil pengukuran berkala, dan konsultasikan ke dokter bila ada tanda yang mengarah pada gangguan pertumbuhan.

Follow www.sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks