PADANG PARIAMAN — Progres rehabilitasi lahan pertanian pascabencana di Sumatera Barat nyaris tuntas. Hermanto, Dirjen LIP Kementerian Pertanian, turun langsung meninjau titik-titik terdampak di Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (16/5/2026). Ia menyebut, dari ribuan hektare yang direhabilitasi, hanya tersisa lima persen lahan yang belum ditanami petani.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Hermanto menegaskan bahwa janji pemerintah pusat untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera Barat benar-benar direalisasikan sesuai target Menteri Pertanian. Bahkan, prosesnya selesai lebih cepat dari jadwal.
“Janji kita bersama Pak Menteri untuk menuntaskan rehabilitasi lahan pascabencana di Sumatera Barat betul-betul sudah selesai di bulan Mei ini. Hari ini saya bersama Pak Bupati melihat langsung di Padang Pariaman dan alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujar Hermanto.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa target awal penyelesaian adalah satu bulan. Namun, berkat kerja sama semua pihak, proses rehabilitasi rampung hanya dalam 23 hari.
Dalam peninjauan itu, Hermanto didampingi Bupati John Kenedy Azis dan jajaran. Mereka menyambangi dua lokasi utama. Pertama, kawasan Asam Pulau Kayu Tanam yang mengalami kerusakan berat dan hilang. Kedua, kawasan Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, yang menjadi lokasi rehabilitasi lahan rusak ringan dan sedang.
Hermanto juga menyoroti pembangunan tanggul di aliran sungai yang sebelumnya rawan meluap dan merusak sawah warga. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi langkah mitigasi agar lahan pertanian tidak kembali terdampak saat banjir datang.
“Tadi kita lihat sendiri, sungai yang sebelumnya belum memiliki tanggul sekarang sudah dibangun pengaman. Ini penting untuk menahan air ketika terjadi banjir sehingga sawah masyarakat lebih aman,” jelasnya.
Tak hanya soal lahan, Dirjen LIP juga memastikan kesiapan pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan irigasi. Hermanto menyebut, Kementerian Pertanian akan membantu pembangunan jaringan irigasi tersier jika masih diperlukan.
“Kalau memang masih diperlukan dukungan, seperti jaringan irigasi tersier, kami siap membantu agar petani tidak lagi terkendala persoalan air di lapangan,” tegasnya.
Bupati John Kenedy Azis menyambut baik komitmen tersebut. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan proposal bantuan irigasi yang akan diserahkan ke Kementerian Pertanian. “Kami sudah menyiapkan proposal kepada Pak Dirjen karena beliau memang khusus menangani lahan dan irigasi pertanian,” ungkapnya.
Hermanto mengapresiasi kerja cepat semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kelompok tani. Ia menyebut, kembalinya aktivitas pertanian menjadi indikator utama keberhasilan pemulihan.
“Sekarang tinggal sekitar lima persen lagi dalam proses tanam oleh petani. Ini tentu menjadi kabar menggembirakan karena aktivitas pertanian masyarakat mulai kembali normal,” katanya.
Kegiatan peninjauan turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, anggota DPRD Rahmad Mamudal, sejumlah kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.