Listrik di Sumatera Barat Belum Stabil Pascablackout, PLN Sebut Sistem Masih ‘Hunting’ dan Beban Terus Melonjak

Penulis: Muzakir Salim  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:25:55 WIB
Pemulihan listrik di Sumatera Barat pascablackout masih belum stabil akibat ketidakseimbangan pasokan dan beban.

PADANG — Pemulihan pasokan listrik di Sumatera Barat pascablackout pekan lalu belum sepenuhnya normal. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar menyatakan sistem kelistrikan saat ini masih dalam fase tidak stabil karena ketidakseimbangan antara pasokan dan beban yang terus meningkat.

Manager Komunikasi PLN UID Sumbar, Yesi Yuliani, mengatakan bahwa pemadaman bergilir otomatis masih diberlakukan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

“Saat ini sistem lagi hunting, beban naik terus sementara pasokan tidak ada tambahan. Pemadaman otomatis dilakukan untuk menjaga keselamatan sistem secara keseluruhan,” kata Yesi dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Mengapa Sistem Kelistrikan Disebut ‘Hunting’?

Istilah ‘hunting’ dalam dunia kelistrikan merujuk pada kondisi ketika frekuensi sistem naik turun secara tidak stabil. Hal ini terjadi karena pasokan listrik tidak mampu mengejar lonjakan beban yang mendadak.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi memicu gangguan lanjutan yang lebih parah. Oleh karena itu, PLN memilih melakukan pemadaman bergilir sebagai mekanisme perlindungan sistem.

Daerah Terdampak dan Keluhan Warga

Gangguan pasokan listrik dirasakan di berbagai wilayah, terutama di Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman, dan sejumlah daerah pesisir. Warga melaporkan listrik menyala dalam durasi pendek lalu padam kembali tanpa pola yang jelas.

Belum stabilnya pasokan ini mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari usaha kecil, penerangan rumah, hingga operasional fasilitas umum yang bergantung pada listrik.

PLN Imbau Hemat Listrik dan Bersabar

PLN terus berupaya memulihkan keandalan sistem kelistrikan di Sumbar. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pasokan akan kembali normal 100 persen.

“Kami terus upayakan keandalannya. Mohon doa Bapak/Ibu semoga kelistrikan kembali pulih 100 persen,” ujar Yesi.

Dalam masa transisi ini, PLN mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik sementara waktu. Langkah kecil seperti mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan sistem.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top