SUMATERA BARAT — Pemadaman yang terjadi hampir bersamaan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh langsung memicu kepanikan warga. Banyak yang melaporkan listrik mati mendadak tanpa peringatan, mengganggu aktivitas ibadah Magrib dan Isya, serta operasional rumah sakit dan pusat perbelanjaan.
Humas PLN Sumbagut, Diki Kurniawan, menjelaskan bahwa ketiga provinsi berada dalam satu sistem kelistrikan yang saling terinterkoneksi. "Karena satu sistem. Miss sistemnya, sistem interkoneksi," kata Diki saat dihubungi.
Ia menambahkan, begitu ada gangguan di salah satu titik, dampaknya langsung menjalar ke jaringan lain. Tim teknis PLN, menurut Diki, sudah bergerak ke lapangan untuk menelusuri penyebab pasti gangguan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, PLN belum bisa memastikan estimasi waktu penyalaan kembali. "Belum (diketahui kapan nyala), masih penelusuran untuk gangguannya," ujar Diki.
Pihaknya berjanji akan memberikan informasi lanjutan begitu hasil penelusuran di lapangan rampung. Warga diimbau untuk bersabar dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko selama listrik padam, terutama di area yang rawan korsleting saat listrik kembali menyala.
Pemadaman massal ini menjadi pengingat akan kerentanan sistem kelistrikan terintegrasi di Pulau Sumatera. Sebelumnya, gangguan serupa pernah terjadi di sistem interkoneksi Sumatera bagian utara pada 2023 lalu, yang membutuhkan waktu lebih dari 12 jam untuk pemulihan penuh.