BUKITTINGGI — Radio komunitas RAPI menjadi tulang punggung komunikasi darurat ketika bencana melanda dan sinyal telepon seluler padam. Hal ini mendorong Pemkot Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memperkuat kemampuan teknis para anggotanya.
Kepala Diskominfo Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, menyatakan bahwa RAPI merupakan mitra strategis pemerintah. "Ketika sinyal seluler terganggu, kemacetan terjadi atau bencana datang, komunikasi radio melalui frekuensi 142 MHz sering menjadi harapan pertama dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat," ujarnya Senin (25/5).
Bimbingan teknis yang digelar ini menghadirkan narasumber dari Balmon Kelas II A Padang, BPBD, Dinas Kesehatan, dan pengurus RAPI Sumatera Barat. Materi yang diberikan mencakup pemahaman regulasi, etika komunikasi, serta prosedur operasional standar saat tanggap darurat bencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Anggraini. Ia menilai penguatan kapasitas organisasi komunikasi sangat penting untuk mendukung pelayanan masyarakat.
Asrar menambahkan, peningkatan kapasitas ini diharapkan membuat anggota RAPI Bukittinggi lebih profesional dan solid. Mereka ditargetkan mampu bersinergi dengan BPBD, Polres, Dinas Perhubungan, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dalam menyambut momentum peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026.
Dewi Anggraini menyampaikan bahwa keberadaan RAPI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah. Organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang komunikasi kebencanaan, tetapi juga mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
"Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperdalam ilmu, berdiskusi dengan narasumber serta memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kominfo," kata Dewi.