PADANG — Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UNAND Prof Fauzan Azima mengungkapkan bahwa kombinasi ekstrak ketiga tanaman ini dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Senyawa tersebut meliputi polifenol, flavonoid, antosianin, dan organosulfur yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
“Kekayaan alam Indonesia memberikan peluang besar bagi pengembangan alternatif obat berbahan baku alami,” ujar Prof Fauzan di Padang, Kamis.
Hasil penelitian menunjukkan temuan yang menarik. Tekanan darah pada hewan uji dengan komplikasi diabetes dan hipertensi justru lebih cepat kembali ke angka normal dibandingkan hewan uji yang hanya menderita hipertensi saja.
Selain itu, ekstrak kombinasi ini juga terbukti mengurangi peradangan sistemik serta melindungi kerusakan pada organ pankreas dan ginjal. Prof Fauzan menjelaskan bahwa diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit metabolik yang saling berkaitan dan dapat memicu stres oksidatif serta peradangan kronis jika diderita bersamaan dalam waktu lama.
“Kondisi komplikasi ini diketahui dapat meningkatkan risiko kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung hingga pembuluh darah,” jelas dia.
Menurut Prof Fauzan, kombinasi dari beberapa tanaman obat dapat memberikan efek terapeutik yang lebih luas. Keragaman senyawa bioaktif dari masing-masing tanaman mampu menargetkan beberapa jalur patologis secara simultan. Senyawa alami juga dinilai bisa mengatur keseimbangan metabolisme dengan efek samping yang minimum dibandingkan penggunaan obat sintetis jangka panjang.
Penelitian ini masih berada pada tahap pengujian pada hewan. Prof Fauzan menegaskan perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui mekanisme, keamanan, dan aplikasi tahap klinis dari kombinasi tanaman obat tersebut sebelum dapat diimplementasikan pada manusia secara luas.
“Penelitian tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutik, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal,” pungkasnya.