PADANG — Salat Iduladha di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat berlangsung khidmat dengan dihadiri ribuan jemaah. Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama unsur Forkopimda dan ASN mengikuti rangkaian ibadah yang dipimpin imam Muhammad Fathoni, Imam Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Khotbah Iduladha disampaikan oleh Afrinaldi, Wakil Rektor I UIN Bukittinggi. Dalam khotbahnya, ia menekankan makna keikhlasan dari keteladanan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S.
Afrinaldi mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan. Ia menyebut kurban merupakan simbol kepatuhan kepada Allah sekaligus sarana memperkuat solidaritas umat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghimpun 140 ekor sapi dan 33 ekor kambing untuk kurban tahun ini. Sebanyak 4 ekor sapi disembelih di halaman Masjid Baitul Auliya Kantor Gubernur.
Sisanya didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota. Distribusi diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana serta masyarakat kurang mampu di Sumatera Barat.
Jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2024, Pemprov Sumbar mengumpulkan 74 ekor sapi, dan pada 2025 sebanyak 68 ekor sapi.
Dalam pesan lebarannya, Mahyeldi menekankan bahwa kurban harus menjadi spirit kebersamaan. Ia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum berbagi dengan sesama dan memperkuat ukhuwah.
Mahyeldi juga menyoroti pentingnya distribusi kurban yang merata. Menurutnya, manfaat kurban harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia menutup pesannya dengan penegasan bahwa semangat kurban harus menjadi fondasi pembangunan Sumatera Barat. Filosofi Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ditegaskan sebagai landasan agar masyarakat tetap solid menghadapi tantangan zaman.