JAKARTA — Grup GEM, perusahaan multinasional yang bergerak di sektor bahan baku baterai dan energi baru, resmi membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia-China 2026. Program ini menyasar generasi muda Indonesia yang ingin mendalami ilmu di bidang teknik pertambangan, metalurgi, dan teknologi pengolahan mineral di sejumlah universitas mitra di Tiongkok. Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di proyek hilirisasi yang terus bertambah.
Hilirisasi tambang, khususnya nikel dan bauksit, membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis tinggi yang saat ini masih terbatas di dalam negeri. GEM, yang memiliki proyek smelter di kawasan Indonesia Timur, menilai bahwa transfer pengetahuan langsung dari institusi pendidikan di Tiongkok bisa mempercepat proses alih teknologi. Beasiswa ini tidak hanya membiayai kuliah, tetapi juga biaya hidup, akomodasi, dan program magang di pabrik pengolahan milik GEM di Tiongkok.
Beasiswa ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan mahasiswa tingkat akhir program studi teknik. Fokus utama studi adalah pada bidang metalurgi, kimia industri, teknik mesin, dan teknologi pengelolaan limbah. Pendaftar diwajibkan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik dan bersedia mengikuti program persiapan Bahasa Mandarin selama satu tahun. Kuota penerima beasiswa tahun 2026 belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan akan meningkat dari tahun sebelumnya seiring perluasan proyek smelter di Sulawesi dan Maluku Utara.
Dengan beroperasinya smelter-smelter baru di daerah, kebutuhan akan operator pabrik, teknisi pemeliharaan, dan ahli metalurgi diprediksi melonjak. Program beasiswa ini diharapkan bisa mengisi posisi-posisi strategis yang selama ini diisi oleh tenaga asing. Pemerintah sendiri melalui Kementerian ESDM terus mendorong perusahaan tambang untuk meningkatkan kandungan lokal, baik dari sisi material maupun tenaga kerja. Langkah GEM membuka beasiswa ini menjadi salah satu bentuk kepatuhan terhadap aturan tersebut sekaligus investasi jangka panjang dalam ekosistem industri baterai kendaraan listrik.
Proses seleksi beasiswa direncanakan dimulai pada awal 2026. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan jadwal pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi GEM Indonesia.