SUMATERA BARAT — Dalam RUPS tersebut, MIND ID menunjuk Wahyu Suparyono sebagai Direktur Keuangan. Ia menggantikan Adityo Kusumo yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi. Sementara itu, posisi Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir kini diisi oleh Achmad Ardianto, yang menggantikan Tedy Badrujaman.
Achmad Ardianto bukan nama baru di industri pertambangan nasional. Sebelum masuk jajaran direksi holding tambang pelat merah ini, ia pernah memimpin PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai Direktur Utama. Pengalamannya di sektor hilirisasi dinilai menjadi modal penting untuk mengawal program strategis pemerintah di bidang pengolahan mineral.
MIND ID juga membentuk struktur organisasi baru dengan menghadirkan jabatan Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan. Posisi ini dipercayakan kepada Suko Hartono, figur yang memiliki rekam jejak panjang di sektor energi. Suko pernah menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada periode 2020-2021. Sehari sebelum RUPS MIND ID, ia juga telah ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam RUPST perusahaan batubara tersebut pada Rabu (10/6/2026).
Pembentukan posisi ini menandakan keseriusan holding tambang dalam mengintegrasikan aspek riset dan keberlanjutan ke dalam strategi korporasi, seiring dengan meningkatnya tuntutan investor global terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dengan perubahan ini, jajaran direksi MIND ID kini terdiri dari Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama dan Dany Amrul Ichdan sebagai Wakil Direktur Utama. Kuswantoro Pranabudi memegang posisi Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Portofolio, sementara STJ Budi Santoso menjabat Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Melengkapi barisan, Achmad Ardianto (Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir), Suko Hartono (Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan), Firman Shantybudi (Direktur Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Hukum), Pambudi Sunarsihanto (Direktur Sumber Daya Manusia dan Korporasi), serta Wahyu Suparyono (Direktur Keuangan).
Di sisi pengawasan, Fuad Bawazier ditunjuk sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Dewan komisaris juga diperkuat oleh Nugroho Widyotomo, Tri Winarno, Muhammad Fadil Imran, Carmelita Hartoto, Grace Natalie Louisa, Astera Primanto Bhakti, dan Wahyu Kuncoro.
Perombakan ini menjadi sinyal bahwa MIND ID tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri pertambangan ke depan, terutama dalam hal efisiensi keuangan, penguasaan teknologi hilirisasi, dan komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.