SUMATERA BARAT — Angka tersebut diungkap oleh laporan CarNewsChina, menunjukkan daya tarik Binguo Pro yang melampaui ekspektasi di pasar domestik. Wuling sendiri saat ini tengah berjuang mempertahankan pangsa pasar akibat gempuran pemain baru dan strategi diskon besar-besaran dari berbagai merek kendaraan listrik.
Binguo Pro merupakan pembaruan signifikan dari model Binguo yang pertama kali meluncur pada 2023. Eksteriornya kini mengusung lampu depan bundar bergaya retro, khas desain mobil listrik Wuling terkini.
Ukuran mobil ini juga membesar. Panjangnya mencapai 4.050 mm, lebar 1.758 mm, tinggi 1.580 mm, dengan jarak sumbu roda 2.560 mm. Dimensi tersebut menempatkannya sejajar dengan hatchback kompak modern.
Seluruh varian Binguo Pro dibekali motor listrik 65 kW atau setara 87 tenaga kuda, dengan kecepatan maksimum 130 km/jam. Perbedaan utama terletak pada paket baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) yang ditawarkan.
Salah satu pembeda krusial antar varian adalah sistem pendingin baterai. Varian bawah masih menggunakan pendingin udara (air cooling), sementara varian atas sudah mengadopsi pendingin cair (liquid cooling).
Perbedaan ini berdampak langsung pada kecepatan pengisian daya. Wuling mengklaim varian dengan pendingin cair mampu mengisi daya DC dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam 15 menit. Sebagai perbandingan, varian pendingin udara membutuhkan waktu sekitar 35 menit untuk rentang pengisian yang sama. Kecepatan pengisian AC juga berbeda: 6,6 kW untuk tipe atas versus 3,3 kW untuk tipe bawah.
Di pasar China, Wuling membanderol Binguo Pro mulai dari 58.800 yuan hingga 72.800 yuan. Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 133 juta hingga Rp 165 jutaan.
Keberhasilan model ini di China membuka peluang untuk ekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Wuling Motors Indonesia sudah memiliki basis produksi lokal dan sukses memasarkan BinguoEV. Saat ini, BinguoEV dibanderol mulai Rp 301 jutaan di dalam negeri.
Jika Binguo Pro benar-benar masuk, model ini berpotensi menjadi pesaing serius di segmen city car listrik Indonesia. Kombinasi desain retro-modern, dimensi lebih lapang, dan harga yang kompetitif bisa menjadi senjata utamanya.