450 Mahasiswa dan Pelajar dari Sumbar hingga Luar Daerah Mulai Magang di PT Semen Padang Periode Juli 2026

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:11:31 WIB
mahasiswa dan pelajar resmi memulai program magang di PT Semen Padang periode Juli 2026.

PADANG — Sebanyak 450 mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Sumatera Barat dan luar daerah resmi memulai program magang di PT Semen Padang. Periode Juli 2026 menjadi gelombang awal penerimaan peserta magang di perusahaan semen pelat merah tersebut.

Sebelum ditempatkan di unit kerja masing-masing, perusahaan menggelar pembekalan di Gedung Serba Guna Semen Padang, Rabu (1/7/2026). Materi yang diberikan mencakup pengenalan budaya kerja, aturan perusahaan, proses bisnis, dan ragam produk semen yang dihasilkan.

K3 Jadi Prioritas Utama Sebelum Masuk Area Produksi

Aspek keselamatan menjadi perhatian paling serius dalam pembekalan awal ini. Mengingat PT Semen Padang merupakan industri manufaktur dengan risiko kerja tertentu, seluruh peserta diwajibkan memahami prosedur K3 secara ketat.

Staf Safety, Health and Environment (SHE) PT Semen Padang, Jefri Antoni, memberikan materi khusus tentang penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap rambu keselamatan, dan prosedur operasional di area pabrik. “Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan bagian dari budaya kerja PT Semen Padang yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh insan perusahaan, termasuk peserta magang,” tegas Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, saat membuka kegiatan.

Belajar Langsung dari Profesional di Unit Kerja

Program magang ini dirancang sebagai jembatan antara teori di bangku kuliah dengan praktik di dunia industri. Peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi ditempatkan di berbagai unit kerja untuk berkolaborasi dengan tim dan pembimbing lapangan.

Siska Ayu Soraya mengapresiasi antusiasme peserta yang memilih PT Semen Padang sebagai tempat pengembangan kompetensi. “Kami sangat senang dapat menerima peserta magang dari berbagai universitas dan sekolah, tidak hanya dari Sumatera Barat tetapi juga dari luar daerah. Hal ini menunjukkan PT Semen Padang menjadi salah satu tempat belajar yang dipercaya oleh dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi selama masa magang. “Jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing apabila menemukan hal-hal yang belum dipahami. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin,” kata Siska.

Peserta: Kesempatan Emas di Perusahaan Tertua

Salah seorang peserta, Fransiska, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas yang ditempatkan di Unit Komunikasi dan Kesekretariatan, mengaku antusias. “Saya berharap dapat mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah dipelajari selama kuliah sekaligus memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari para pembimbing di PT Semen Padang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesempatan magang di perusahaan semen pertama di Indonesia ini menjadi bekal berharga untuk dunia kerja ke depan. Sementara itu, Staf Komunikasi PT Semen Padang, Mikel Muhammad, turut memberikan materi tentang profil perusahaan dan proses produksi semen dari hulu ke hilir agar peserta memiliki gambaran utuh tentang bisnis perusahaan.

Target: Kontribusi Nyata dari Peserta Magang

Manajemen PT Semen Padang berharap kehadiran 450 peserta magang tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga memberi dampak positif bagi unit kerja tempat mereka ditempatkan. “Kami berharap para peserta dapat berkolaborasi dengan baik bersama pembimbing dan tim di unit kerja masing-masing sehingga dapat mendukung tercapainya kinerja yang optimal,” tambah Siska.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor industri, khususnya bagi generasi muda Sumatera Barat.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top