SAWAHLUNTO — Suasana Pelataran Terminal Kota Sawahlunto berubah menjadi tribun stadion pada Sabtu (11/7/2026) dini hari. Ratusan warga dari berbagai kelurahan memadati lokasi untuk mengikuti nobar Piala Dunia 2026 yang digelar Pemerintah Kota Sawahlunto.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, hadir bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah. Mereka duduk di tengah warga, bukan di panggung khusus. Sorak-sorai pecah setiap kali peluang tercipta di pertandingan perempat final antara Spanyol dan Belgia.
Pemkot Sawahlunto sengaja memilih Pelataran Terminal sebagai lokasi nobar. Tempat ini dinilai strategis dan bisa menampung banyak orang dari berbagai kecamatan. Riyanda mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi positif antara pemerintah dan masyarakat.
"Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan semangat sportivitas di tengah masyarakat," ujar Riyanda dalam sambutannya sebelum pertandingan dimulai.
Antusiasme warga terlihat sejak pukul 01.30 WIB. Mereka datang berbondong-bondong, ada yang membawa tikar, ada pula yang datang langsung dari warung kopi sekitar. Laga yang mempertemukan dua tim raksasa Eropa ini menjadi daya tarik utama.
Sepanjang pertandingan, atmosfer di Pelataran Terminal terasa seperti di stadion. Penonton berteriak setiap kali wasit meniup peluit atau pemain melepaskan tembakan ke gawang. Suasana penuh keakraban mewarnai lokasi hingga pertandingan usai.
Pemerintah Kota Sawahlunto berharap kegiatan serupa bisa terus digelar. Riyanda menekankan, nobar bukan hanya soal sepak bola, melainkan momentum mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Sawahlunto dalam menghadirkan hiburan yang merakyat. Selain gratis, acara ini juga dinilai edukatif karena mendorong semangat kebersamaan dan sportivitas antarwarga. Tidak ada laporan insiden selama acara berlangsung.