SUMATERA BARAT — Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, harga tertinggi TBS dibukukan oleh PT AWB sebesar Rp3.972 per kilogram untuk kategori mitra. Sebaliknya, harga terendah berada di level Rp3.285 per kilogram yang diberlakukan PT Incasi Pangian. Selisih harga antarpabrik yang mencapai Rp687 ini menjadi perhatian petani dalam memilih tempat penjualan.
Rata-rata harga TBS di delapan PKS yang terdata hari ini berada di angka Rp3.476 per kilogram. Seluruh pabrik telah melaporkan harga pembelian, meski dua di antaranya tidak menerima buah dari masyarakat pada hari ini.
Untuk pembelian nonmitra, PT HKI dan PT DL kompak mematok harga Rp3.470 per kilogram. Disusul PT DSL sebesar Rp3.450, PT SMP Rp3.360, PT Sak Timpeh Rp3.330, dan PT Incasi Pangian di posisi terendah Rp3.285 per kilogram.
Sementara untuk kategori mitra, PT AWB memimpin dengan harga Rp3.972 per kilogram. Urutan selanjutnya masih sama dengan harga nonmitra: PT HKI dan PT DL Rp3.470, PT DSL Rp3.450, PT SMP Rp3.360, PT Sak Timpeh Rp3.330, serta PT Incasi Pangian Rp3.285 per kilogram.
Kenaikan harga brondolan menjadi Rp3.900 per kilogram dinilai sebagai angin segar. Pasalnya, brondolan kerap menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi pekebun, terutama saat harga TBS utama cenderung stagnan.
Dinas Pertanian setempat mencatat tren harga TBS di Dharmasraya masih relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya. Stabilitas ini memberikan kepastian bagi petani dalam merencanakan jadwal panen dan penjualan hasil kebun mereka.