Pemkab Agam Pulangkan Warga Nagari Garagahan Korban Penyekapan Online Scam di Myanmar, Kini Didampingi BP2MI Batam

Penulis: Fadhli Usman  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:36:31 WIB
Pemkab Agam memulangkan Ayu Elsih, warga Nagari Garagahan, korban penyekatan online scam di Myanmar, yang kini didampingi BP2MI Batam.

LUBUK BASUNG — Proses pemulangan Ayu Elsih (32), warga Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, yang diduga menjadi korban penyekapan dan eksploitasi oleh sindikat penipuan daring di Myawaddy, Myanmar, memasuki babak baru. Informasi terbaru yang diterima Pemkab Agam, korban telah berhasil dibebaskan dan kini tengah menjalani pendampingan di kantor BP2MI Batam, Kepulauan Riau.

Koordinasi Lintas Sektoral Digencarkan untuk Jemput Korban

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Agam, Bambang Warsito, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Polri, BP2MI, Imigrasi, dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) sejak informasi mengenai kondisi korban mencuat di media sosial. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada warganya.

"Kita melakukan koordinasi lintas sektoral sejak informasi mengenai kondisi korban mencuat di media sosial," katanya di Lubuk Basung, Kamis.

Korban Dibebaskan dan Kini Didampingi BP2MI di Batam

Berdasarkan informasi yang diterima melalui koordinasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindag dan Naker) Agam dengan BP2MI, Ayu Elsih telah berhasil dibebaskan. Saat ini, ia berada di bawah pendampingan BP2MI di Batam dan kondisi fisik serta mentalnya masih membutuhkan waktu untuk pulih setelah mengalami peristiwa tersebut.

"Informasi terakhir yang kami terima, saudari Ayu sudah berhasil dibebaskan dan saat ini berada di BP2MI Batam. Pemkab Agam bersama TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait terus melakukan koordinasi agar proses pemulangan ke kampung halaman dapat berjalan dengan baik," ujar dia.

Pemkab Agam Menunggu Kepastian Keluarga untuk Penjemputan

Pemkab Agam masih menunggu kepastian dari pihak keluarga mengenai siapa yang akan berangkat menjemput Ayu ke Batam. Koordinasi juga dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Polres Agam guna memfasilitasi keluarga yang akan berangkat menjemput korban.

"Untuk itu, seluruh proses pemulangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis dan kesehatan korban," katanya.

Imbauan agar Masyarakat Tidak Berspekulasi

Menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial, Bambang mengimbau masyarakat agar tidak mudah berspekulasi dan memberikan ruang bagi korban untuk menjalani proses pemulihan. Proses pemulangan korban ke Nagari Garagahan diupayakan berjalan lancar tanpa tekanan, dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan pemulihan trauma.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top