PADANG — Delapan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi dilantik dalam sebuah agenda yang digelar di Auditorium Gubernuran, Jumat (31/7/2026). Mereka yang dilantik terdiri dari tujuh Pejabat Administrator dan satu Pejabat Pengawas, sebuah langkah yang disebut sebagai penguatan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa mutasi kali ini bukanlah sekadar pergeseran posisi, melainkan upaya memastikan setiap perangkat daerah memiliki kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pembangunan.
"Pelantikan ini bukan sekadar mengisi jabatan, tetapi memastikan organisasi memiliki kepemimpinan yang tepat agar target pembangunan dapat dicapai secara optimal," ujar Arry Yuswandi dalam keterangan resminya.
Kedelapan pejabat yang dilantik akan mengemban amanah baru di sejumlah perangkat daerah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka ditempatkan di lima instansi berbeda, mulai dari unsur pengawasan hingga pelayanan publik.
Arry Yuswandi mengingatkan bahwa di tengah dinamika birokrasi yang semakin cepat, seorang pejabat struktural tidak bisa hanya bekerja secara administratif. Ia menuntut para pejabat baru untuk mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerjanya masing-masing.
"Pejabat struktural harus mampu menjadi penggerak organisasi, membangun kolaborasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan setiap program memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan daerah," tegasnya.
Menurut Arry, keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh jabatan yang disandangnya. Integritas, profesionalisme, dan kemampuan membangun budaya kerja yang produktif justru menjadi tolok ukur utama yang akan diuji dalam kepemimpinan mereka.
Para pejabat yang baru dilantik diminta untuk segera menerjemahkan sasaran pembangunan daerah ke dalam program kerja yang konkret dan terukur. Percepatan pelaksanaan kegiatan juga menjadi catatan penting agar setiap kebijakan yang diambil dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.
Arry juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik. Ia menilai pelayanan yang berkualitas adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan tersebut.
"Pemimpin yang baik bukan dihormati karena jabatannya, tetapi karena kemampuannya menjadi teladan dan menghasilkan kinerja yang bermanfaat," pesan Arry Yuswandi.
Melalui penataan ini, Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan akuntabel. Harapannya, seluruh program pembangunan dapat dieksekusi secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.