SOLOK — Luapan sungai dan endapan sedimen yang merusak kolam-kolam warga di Nagari Koto Sani kini mulai menemui titik terang. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan dukungan penuh untuk memulihkan usaha budidaya ikan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat di kawasan tersebut.
Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Enggar Saptopo, menyatakan komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. "Kementerian Kelautan dan Perikanan siap segera mempercepat pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, khususnya di Kabupaten Solok," kata dia di Solok, Jumat.
Penyaluran 120 ribu benih ikan tersebut merupakan bagian dari paket dukungan yang lebih luas. KKP turut mendistribusikan pakan ikan serta coolbox untuk membantu para pembudidaya menyimpan hasil panen agar lebih tahan lama.
Enggar menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Solok menjadi faktor kunci dalam mempercepat pemulihan usaha budidaya ikan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai penting agar proses rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengungkapkan bahwa Nagari Koto Sani sebelumnya merupakan salah satu sentra produksi ikan di Sumatera Barat. Namun, bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur perikanan.
"Luapan sungai dan endapan sedimen merusak kolam-kolam masyarakat sehingga berdampak terhadap produksi dan mata pencaharian pembudidaya ikan," jelas Jon Firman Pandu.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana dapat diselesaikan hingga tahun 2028. Target ini sejalan dengan instruksi Presiden agar pemulihan pascabencana benar-benar tuntas.
"Semuanya masih banyak rehab rekon yang harus kita selesaikan. Bapak Presiden memang menargetkan sampai tahun 2028 harus benar-benar selesai semuanya," ujar Jon.
Pihaknya berharap bantuan yang datang dapat mempercepat kebangkitan usaha budidaya ikan masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan bantuan berupa indukan ikan serta perbaikan irigasi dan kolam budidaya yang rusak akibat bencana.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri jajaran KKP, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Solok, serta kelompok pembudidaya ikan di Nagari Koto Sani.