LUBUKBASUNG — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan percepatan pemulihan sektor perikanan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pascabanjir bandang. Total anggaran sekitar Rp10 miliar digelontorkan untuk merehabilitasi lahan budidaya, armada tangkap, dan fasilitas pengolahan ikan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut di Lubuk Basung, Sabtu. Paket bantuan terbesar berupa satu unit alat berat excavator senilai Rp1,44 miliar yang akan digunakan untuk membersihkan material lumpur dan bebatuan dari kolam-kolam pembudidaya.
Andy menjelaskan, excavator yang diserahkan bukan sekadar simbol. Alat berat ini akan dioperasikan untuk memperbaiki saluran irigasi dan kolam ikan yang rusak dengan level berat hingga sedang—kerusakan yang tidak mungkin diperbaiki warga secara mandiri.
"Bantuan ini bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk percepatan pemulihan perikanan budidaya, penangkapan dan pengolahan ikan dampak bencana melanda Agam," kata Andy dalam keterangannya.
Data KKP mencatat, sedikitnya 96 hektare lahan budidaya di Agam rusak terdampak banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebagian lahan sudah dinyatakan siap dioperasionalkan kembali. Sisanya menunggu proses pengerukan dan normalisasi lahan menggunakan excavator.
Setelah proses rehabilitasi kolam selesai, pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan lanjutan berupa benih ikan dan pakan. Dengan begitu, para pembudidaya tidak hanya mendapat infrastruktur, tetapi juga modal usaha untuk memulai kembali aktivitas produksi.
Selain untuk pembudidaya, bantuan juga menyasar nelayan tangkap. Sebanyak 60 unit alat tangkap jaring insang dan 18 unit cool box atau kotak pendingin didistribusikan kepada kelompok nelayan yang kehilangan peralatan melaut saat banjir.
"Seluruh bantuan tidak ada pungutan, karena kehadiran pemerintah untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat terdampak bencana," tegas Andy.
Bupati Agam Benni Warlis menyambut baik bantuan tersebut. Ia memastikan excavator akan segera difungsikan untuk merehabilitasi kolam milik pembudidaya yang tertimbun material di Kecamatan Tanjung Raya, salah satu sentra perikanan budidaya di daerah itu.
"Bagi kolam pembudidaya ikan yang belum direalisasikan, maka alat berat ini segera kita turunkan untuk membuang material dan setelah selesai bakal mendapatkan bantuan bibit ikan maupun pakan," ujar Benni.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam saat ini tengah melakukan pendataan kolam yang sudah selesai direhabilitasi dan yang belum. Data ini menjadi acuan prioritas pengerukan menggunakan excavator agar pemulihan berjalan merata dan cepat.
Benni mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengalokasikan bantuan ke Agam. Ia berharap dengan adanya dukungan ini, masyarakat terdampak bencana bisa kembali menjalani hidup normal dan roda ekonomi perikanan setempat berputar lagi.