Pencarian

Gubernur Sumbar Mahyeldi Bawa Empat Program Strategis ke Menteri KKP, Dorong Ekonomi Biru untuk Nelayan

Rabu, 20 Mei 2026 • 13:27:14 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Bawa Empat Program Strategis ke Menteri KKP, Dorong Ekonomi Biru untuk Nelayan
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah berdiskusi dengan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono terkait program strategis untuk nelayan.

JAKARTA — Pertemuan antara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada Senin (18/5/2026) menghasilkan titik terang bagi nelayan dan pembudidaya ikan di daerah itu. Mahyeldi mengajukan empat program strategis yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program pertama yang menjadi andalan adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Konsepnya tidak sekadar tempat tinggal, melainkan pusat ekonomi terpadu dari hulu ke hilir—mulai produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil laut.

Bioflok Disambungkan ke Program Makan Gratis

Inovasi kedua yang menarik perhatian adalah pengembangan budidaya ikan air tawar berbasis sistem bioflok. Yang membedakan, program ini diintegrasikan langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah berjalan.

“Program bioflok ini bukan hanya soal peningkatan produksi ikan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Mahyeldi dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

Integrasi ini dinilai strategis karena menjamin dua hal sekaligus: pasokan protein ikan untuk kebutuhan gizi masyarakat dan pasar yang pasti bagi para pembudidaya. Dengan kata lain, nelayan tidak perlu lagi kebingungan mencari pembeli.

Potensi Besar yang Butuh Pengelolaan Modern

Mahyeldi menekankan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Mulai dari perikanan tangkap di laut lepas, budidaya air tawar di daerah pedalaman, hingga wisata bahari yang belum tergarap maksimal.

“Kita ingin sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Barat berkembang secara berkelanjutan. Masyarakat nelayan dan pembudidaya harus mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar, tetapi kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Dua program lain yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut masih bersifat teknis dan menunggu tindak lanjut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah provinsi optimistis bahwa sinergi dengan pemerintah pusat akan mempercepat realisasi program-program tersebut dalam waktu dekat.

Apa yang Berubah bagi Nelayan Sumbar?

Jika seluruh program terealisasi, nelayan di pesisir Sumatera Barat tidak hanya akan mendapatkan akses permodalan dan teknologi, tetapi juga jaminan pasar melalui program pemerintah. Model Kampung Nelayan Merah Putih sendiri sudah terbukti di beberapa daerah lain mampu memutus rantai tengkulak dan meningkatkan pendapatan nelayan hingga dua kali lipat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan integrasi bioflok dengan program makan gratis bisa mulai berjalan pada semester kedua tahun ini. Langkah ini diharapkan menjadi model baru pengembangan ekonomi biru yang bisa direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.

Bagikan
Sumber: topsumbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks