Pencarian

Harga TBS Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Keluhkan Biaya Produksi Tak Sebanding

Sabtu, 23 Mei 2026 • 10:29:05 WIB
Harga TBS Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Keluhkan Biaya Produksi Tak Sebanding
Harga TBS kelapa sawit di Dharmasraya turun drastis Rp750 per kilogram dalam sehari.

PULAU PUNJUNG — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, ambrol hingga Rp750 per kilogram dalam sehari. Penurunan dari Rp3.180 menjadi Rp2.430 per kilogram ini disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan langsung memukul ribuan pekebun di daerah tersebut.

Informasi mengenai penurunan harga ini diterima para petani pada Jumat (22/5) malam dari pengurus Koperasi Unit Desa (KUD). Syahrial (54), petani asal Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, mengaku terkejut dengan besaran anjloknya harga komoditas utama mereka.

"Kalaupun turun, itu paling 75 rupiah sampai 100 rupiah per kilo. Sekarang kami petani tentu berpikir panjang," ujarnya kepada wartawan di Pulau Punjung, Jumat.

Biaya Produksi Membengkak, Petani Khawatir Ambruk

Asmanto (38), petani dari Nagari Padang Laweh, Kecamatan Padang Laweh, menyampaikan kekhawatiran yang lebih dalam. Ia menilai penurunan harga yang berkepanjangan akan menghancurkan usaha tani mereka.

"Kalau lama-lama kayak gini, hancur kami petani. Pupuk mahal sekarang, pestisida mahal, upah panen mahal, belum lagi untuk biaya perawatan lainnya," keluhnya.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera turun tangan mencari solusi agar harga TBS bisa kembali stabil. Mereka menilai situasi ini darurat karena biaya operasional kebun sudah sangat tinggi.

Pedagang Pengumpul Juga Alami Kerugian Akibat Fluktuasi Harga

Dampak anjloknya harga tidak hanya dirasakan petani. Suherman, pemilik timbangan ram (pengumpul) di Kecamatan Tiumang, mengaku merugi hingga belasan juta rupiah. Ia terlanjur membeli 21 ton TBS dari petani dengan harga Rp3.200 per kilogram pada siang hari, sebelum harga resmi turun.

"Saat kami mau jual sore hari, pabrik sudah tidak menerima. Kita rugi," ungkap Suherman.

Ia menambahkan, harga yang ia bayarkan ke petani pada Jumat ini turun Rp700 per kilogram menjadi Rp2.500 per kilogram. Meski terpuruk, ia berharap para petani tetap menjaga kualitas TBS agar harga jual bisa lebih baik di masa mendatang.

Fakta Singkat Anjloknya Harga Sawit di Dharmasraya

  • Penurunan harga: Rp750 per kilogram dalam sehari, dari Rp3.180 menjadi Rp2.430.
  • Lokasi terdampak: Nagari Koto Beringin (Kecamatan Tiumang) dan Nagari Padang Laweh (Kecamatan Padang Laweh).
  • Kerugian pengumpul: Belasan juta rupiah akibat selisih harga beli dan jual dalam waktu singkat.
  • Keluhan utama petani: Biaya pupuk, pestisida, dan upah panen yang terus melambung.

Bagikan
Sumber: megapolitan.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks