Pencarian

Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Kabel Transmisi Putus Akibat Cuaca Ekstrem

Senin, 25 Mei 2026 • 13:57:50 WIB
Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Kabel Transmisi Putus Akibat Cuaca Ekstrem
Tim gabungan Bareskrim menemukan kabel transmisi putus sebagai penyebab blackout Sumatera.

JAKARTA — Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin mengumumkan bahwa tim gabungan telah menyelesaikan investigasi di lokasi gangguan transmisi di Jambi. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kesengajaan atau sabotase dalam peristiwa blackout yang terjadi pada Jumat (22/5) tersebut.

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

Tim Gabungan Temukan Kabel Putus di Tower 175 dan 176

Investigasi dilakukan di tower 175 dan 176 jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai, tepatnya di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Tim gabungan terdiri dari Dittipidter Bareskrim, Dittipidum Bareskrim, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan perwakilan PT PLN.

Di lokasi, tim menemukan kabel transmisi dalam kondisi putus. Sementara fisik kedua tower masih dalam keadaan baik tanpa kerusakan signifikan. Gangguan pertama terdeteksi pada pukul 18.44 WIB saat sistem kelistrikan Sumatera dalam kondisi normal dan terintegrasi.

Aliran Daya ke Sumbar Jadi Pemicu Blackout Sistemik

Nunung menjelaskan, sebelum gangguan terjadi, terdapat aliran daya yang signifikan menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi. Ketika kabel putus, hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar langsung memicu blackout pada sistem interkoneksi Sumatera.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ujarnya.

Bukti Fisik: Potongan Kabel Serabut, Bukan Rapi

Indikasi kuat bahwa peristiwa ini murni teknis juga terlihat dari kondisi fisik kabel yang putus. Nunung menyebut potongan kabel transmisi berbentuk serabut, tidak rapi, berbeda dengan ciri sabotase yang biasanya meninggalkan potongan rata dan terencana.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” kata Nunung.

Keterangan warga sekitar juga memperkuat dugaan awal. Mereka mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam di area sekitar tower transmisi.

Puslabfor Masih Uji Laboratorium Sisa Kabel

Meski dugaan sementara sudah mengerucut, Polri belum menutup kemungkinan adanya temuan lain. Bagian kabel transmisi yang putus kini dalam penanganan Puslabfor Polri untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kerusakan secara ilmiah.

“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” pungkas Nunung.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks