PADANG — Stadion H. Agus Salim yang selama puluhan tahun menjadi ikon olahraga Sumatera Barat akan dibongkar total. Pemerintah memutuskan untuk membangun ulang dari nol, bukan sekadar merenovasi, setelah hasil review tim Kementerian PU menyatakan kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
Proyek ini dibiayai APBN dengan nilai mencapai Rp340 miliar dan dikerjakan secara multiyears dalam kurun waktu 18 bulan. Kepala Dispora Sumatera Barat, Mahdianur, menyebut proses lelang saat ini sudah berjalan dan pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan.
"Perusahaan BUMN diproyeksikan menggarap pembangunan stadion berstandar AFC berkapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton," ujar Mahdianur.
Tiga Zona: Dari Stadion hingga Pusat Kuliner
Lahan seluas 7,8 hektare akan dibagi menjadi tiga ring dengan fungsi berbeda. Ring satu menjadi prioritas utama: bangunan stadion internasional. Ring dua akan disulap menjadi ruang terbuka hijau, lintasan joging, dan ruang publik untuk warga. Sementara ring tiga didedikasikan sebagai kawasan sport tourism yang mencakup pusat kuliner, gedung parkir terpadu, dan sekretariat bersama untuk seluruh cabang olahraga se-Sumatera Barat.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmennya mengawal seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. "Transformasi ini merupakan momentum penting kebangkitan infrastruktur daerah. Kami berharap kawasan GOR H. Agus Salim mampu menghadirkan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan tertata," katanya dalam rapat koordinasi di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Kamis (4/6/2026).
Pedagang Wajib Pindah Sebelum 15 Juni
Agar proyek tidak molor, pengosongan dan penutupan total kawasan GOR H. Agus Salim dijadwalkan mulai 15 Juni 2026. Pedagang kafe dan pujasera akan direlokasi sementara ke kawasan Panjat Tebing. Sementara itu, sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar.
Pemko Padang menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM bersama Satpol PP untuk mengawal langsung jalannya relokasi. Pemerintah menjamin standardisasi fasilitas di lokasi sementara dan memberikan kepastian penempatan kembali bagi pedagang yang terdaftar di area usaha baru setelah proyek rampung.
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumatera Barat, Medi Iswandi, memastikan pendanaan dari Kementerian PU sudah siap. "Proyek rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim dibiayai Kementerian PU dengan nilai anggaran mencapai Rp340 miliar dan dilaksanakan secara multiyears selama 18 bulan," jelasnya.