SUMATERA BARAT — FIFA mengonfirmasi pada Rabu (3/6) bahwa celah sistem pembayaran saat proses checkout menyebabkan tiket pertandingan babak penyisihan grup di Toronto dialokasikan tanpa biaya. "Sekitar 60 penggemar menerima komunikasi mengenai tiket yang telah dialokasikan secara gratis karena masalah pembayaran sebelumnya," bunyi pernyataan resmi FIFA.
Suporter Dapat Surat Tagihan, Tiket Hangus Jika Tak Dibayar
Akun media sosial Ticket Talk Network membagikan surat pemberitahuan yang diterima para penggemar. Dalam surat itu, FIFA meminta pembayaran penuh dalam waktu tujuh hari. Jika tidak, tiket akan langsung dihapus dari akun masing-masing suporter.
FIFA menyatakan menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Namun, mereka menegaskan bahwa tiket yang terkena dampak adalah untuk laga penyisihan grup di Toronto—salah satu kota tuan rumah turnamen yang akan bergulir dalam waktu dekat.
Masalah Tiket Beruntun, Jaksa Agung Dua Negara Bagian AS Turun Tangan
Insiden ini menjadi masalah tiket terbaru yang membayangi Piala Dunia 2026. Pekan lalu, jaksa agung New York dan New Jersey memulai penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket FIFA. Tuduhan yang mencuat adalah kenaikan harga secara artifisial dan informasi yang menyesatkan penggemar.
FIFA menggunakan sistem variable pricing, di mana harga tiket bisa berubah sepanjang fase penjualan berdasarkan permintaan dan ketersediaan kursi. Jendela penjualan terbuka terakhir dimulai pada April, dan FIFA sebelumnya menjanjikan turnamen akan terjual habis. Namun, kursi masih tersedia kurang dari sepekan sebelum pertandingan dimulai.
Bukan Kali Pertama, FIFA Hadapi Tekanan soal Distribusi Tiket
Pengakuan kesalahan teknis ini menambah daftar panjang kritik terhadap sistem distribusi tiket FIFA. Dengan turnamen yang tinggal menghitung hari, para penggemar yang terkena dampak harus segera memutuskan: membayar ulang tiket yang seharusnya gratis, atau kehilangan kesempatan menyaksikan laga Piala Dunia secara langsung.