SUMATERA BARAT — Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni-Juli 2026 itu menempatkan Deschamps dalam posisi unik di antara para pelatih top dunia. Dari 16 edisi sebelumnya, belum ada pelatih yang mendampingi satu tim di empat Piala Dunia berturut-turut. Deschamps akan memecahkan rekor tersebut.
Perjalanan dari Rusia 2018 ke Ambisi Berikutnya
Prestasi tertinggi Deschamps bersama Les Bleus terjadi di Rusia saat timnya mengalahkan Kroasia 4-2 di final. Kemenangan itu mengukuhkan statusnya sebagai pelatih ketiga yang memenangi Piala Dunia setelah sebelumnya juga meraihnya sebagai pemain pada 1998.
Namun, perjalanan setelahnya tidak mulus. Di Qatar 2022, Prancis kalah adu penalti dari Argentina di final setelah pertandingan dramatis berakhir 3-3. Kekalahan itu disebut Deschamps sebagai “pengalaman paling pahit” dalam karier kepelatihannya.
Konsistensi Skuad dan Regenerasi
Dari 2014 hingga 2022, Deschamps membawa Prancis ke dua final dan satu semifinal. Capaian itu menjadikannya salah satu pelatih paling konsisten di era modern. Inti skuad seperti Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, dan Hugo Lloris menjadi tulang punggung di setiap turnamen.
Menjelang 2026, Deschamps mulai merotasi pemain. Wajah baru seperti Warren Zaire-Emery dan Eduardo Camavinga diproyeksikan mengisi posisi yang ditinggalkan pemain senior. Regenerasi ini menjadi ujian terbesar bagi pelatih 55 tahun tersebut.
Tekanan Ganda: Target Gelar dan Warisan
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit. Kedalaman skuad, pengalaman turnamen, dan rekor Deschamps menjadi modal utama. Namun, tekanan untuk mengulang sukses 2018 juga semakin besar.
Jika berhasil membawa pulang trofi kedua, Deschamps akan disejajarkan dengan legenda seperti Vittorio Pozzo yang memenangi dua Piala Dunia beruntun bersama Italia pada 1934 dan 1938. Jika gagal, pertanyaan soal masa depannya sebagai pelatih akan kembali mencuat.
Deschamps sendiri enggan bicara soal pensiun. “Saya fokus pada kualifikasi dan membangun tim yang kompetitif. Sisanya akan saya pikirkan setelah turnamen,” ujarnya dalam wawancara dengan media Prancis awal tahun ini.