PADANG — Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam serentak di Hutan Kota Malvinas, Kota Padang, Jumat (pekan lalu), dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus rehabilitasi kawasan terdampak banjir bandang akhir November 2025. Kegiatan ini melibatkan 250 peserta dari organisasi perangkat daerah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, komunitas, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan bahwa bencana yang terjadi menjadi peringatan keras. “Pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda setelah banjir dan longsor meninggalkan jejak kerusakan besar di berbagai wilayah Sumbar,” ujarnya di sela-sela penanaman.
Kerugian Akibat Bencana Capai Rp33 Triliun
Dalam sambutannya, eks Wali Kota Padang itu mengungkapkan total kerugian dan kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda Sumbar ditaksir mencapai sekitar Rp33 triliun. “Ke depan, pemulihan lingkungan harus dilakukan bersama termasuk melibatkan generasi muda agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi karakter sejak dini,” kata Mahyeldi.
Ia menekankan bahwa tindakan pengendalian iklim harus segera dilakukan karena menyangkut keberlangsungan hidup manusia. “Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang,” tegasnya.
Sungai Batang Kuranji Terancam Sedimentasi
Gubernur juga menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir bandang. Menurutnya, pengerukan sedimentasi di dasar sungai mesti segera dilakukan untuk mencegah dampak di kemudian hari. “Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar,” ujar Mahyeldi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi menambahkan, penanaman 1.000 bibit pohon merupakan bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji yang sempat terendam banjir dan menyebabkan ratusan pohon mati.
Harapan Kolaborasi Jangka Panjang
Ketua Pokdarwis Kota Padang Renaldo Saputra Leo berharap kegiatan ini menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang dalam pemulihan lingkungan, terutama aliran sungai. “Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” harapnya.
Penanaman pohon ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Sumbar dalam merespons dampak bencana yang melanda akhir tahun lalu, sekaligus memperkuat komitmen menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.