Pencarian

1.000 Pohon Ditanam di Hutan Kota Malvinas Padang, Gubernur Sumbar Sebut Kerugian Bencana Capai Rp33 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 • 20:28:31 WIB
1.000 Pohon Ditanam di Hutan Kota Malvinas Padang, Gubernur Sumbar Sebut Kerugian Bencana Capai Rp33 Triliun
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memimpin penanaman 1.000 pohon di Hutan Kota Malvinas Padang.

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka langsung kegiatan penanaman pohon yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar di Hutan Kota Malvinas, Senin lalu. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan data mengejutkan: kerugian akibat banjir dan longsor di provinsi itu mencapai Rp33 triliun, setara lima kali APBD Sumbar.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam agar tetap lestari," ujar Mahyeldi.

Mengapa Hutan Kota Malvinas Jadi Prioritas Rehabilitasi?

Kawasan Hutan Kota Malvinas merupakan wilayah sempadan Sungai Batang Kuranji yang terdampak paling parah saat banjir bandang melanda akhir tahun lalu. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Malvinas, Leo, menuturkan air saat itu naik hingga dua meter, menenggelamkan banyak pohon dan merusak tutupan vegetasi.

Leo berharap penanaman ini tidak berhenti sebagai seremoni. "Kami ingin mewujudkan Green City Malvinas yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan terhadap bencana," katanya.

Kolaborasi Multipihak: 250 Peserta dan 1.000 Bibit

Kepala DLH Provinsi Sumbar Tasliatul Fuaddi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Sebanyak 250 peserta turun langsung menanam bibit di lahan seluas 24 hektare tersebut.

Jenis pohon yang ditanam beragam, mulai dari tanaman produktif seperti kelapa, matoa, mangga, jambu, rambutan, hingga pohon pelindung seperti bayur. Semua jenis dipilih sesuai kondisi kawasan setempat agar daya hidupnya tinggi.

UNP sendiri diwakili oleh Dr. Nofiyendri Sudiar yang hadir mewakili Rektor. Partisipasi kampus negeri di Padang ini menjadi sinyal bahwa perguruan tinggi ikut bertanggung jawab dalam pemulihan ekologis pascabencana.

Gubernur: Laporkan Aktivitas Ilegal Perusak Lingkungan

Dalam kesempatan yang sama, Mahyeldi secara spesifik meminta masyarakat aktif melaporkan praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Menurutnya, kerusakan akibat aktivitas ilegal inilah yang pada akhirnya memperparah risiko bencana dan menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Ia juga mengingatkan soal perawatan pohon yang sudah ditanam. "Pokdarwis dan masyarakat setempat harus memastikan ketersediaan air dan pemeliharaan tanaman. Jangan sampai ada yang memaku batang pohon atau merusaknya," tegasnya.

Pengurangan Plastik Sekali Pakai Jadi Pesan Tambahan

Gubernur tak lupa menyoroti kebiasaan buruk warga yang masih membuang sampah ke sungai. Ia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. "Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana adalah bagian dari budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, penanaman 1.000 pohon di Hutan Kota Malvinas diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah warisan bagi generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: mimbarsumbar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks