SUMATERA BARAT — Video berdurasi kurang dari satu menit yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang anak kecil tenggelam di kolam wisata air di kawasan Sukabumi. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pengunjung dewasa langsung melompat dan menarik balita tersebut ke tepi kolam. Aksi heroik itu disaksikan puluhan pengunjung lain yang ada di lokasi.
Kepolisian Resor Sukabumi membenarkan peristiwa tersebut. Hingga Selasa (15/4), polisi masih melakukan pendataan dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola taman wisata mengenai insiden itu.
Standar Keselamatan Kolam Wisata Dipertanyakan
Peristiwa ini memicu pertanyaan soal prosedur keselamatan di tempat wisata air. Belum ada keterangan apakah kolam tersebut memiliki petugas penyelamat atau alat keamanan standar seperti pelampung dan pagar pembatas yang memadai.
Seorang pegiat keselamatan wisata air yang dihubungi secara terpisah mengatakan, insiden tenggelam di kolam umum sering terjadi karena minimnya pengawasan. “Anak kecil harus dalam pengawasan orangtua setiap saat, tapi pengelola juga wajib menyediakan petugas khusus di tepi kolam,” ujarnya.
Kronologi Viral dan Respons Warganet
Video yang diunggah akun @sukabumikini pada Minggu (13/4) telah ditonton lebih dari 500 ribu kali. Warganet memuji kecepatan reaksi pria yang menyelamatkan balita tersebut. Banyak juga yang menyoroti kelalaian orangtua dan pengelola.
“Untung ada yang sigap. Kalau tidak, bisa fatal. Ini peringatan buat semua tempat wisata air,” tulis salah satu komentar di kolom unggahan tersebut.
Langkah Kepolisian dan Imbauan
Polres Sukabumi mengimbau pengelola tempat wisata untuk mengecek ulang standar operasional keselamatan. “Kami akan koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Budi Santoso, dalam keterangan singkatnya.
Belum ada laporan mengenai kondisi terkini balita yang selamat. Namun, dari informasi awal, anak tersebut hanya mengalami syok ringan dan tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.