PADANG — Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi dan material sisa bencana yang menumpuk di muara Sungai Batang Kuranji, Kamis (11/6/2026). Proyek ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang di kawasan Ulak Karang, salah satu titik langganan luapan air saat hujan deras.
Pendangkalan muara disebut sebagai penyebab utama menurunnya kapasitas aliran sungai. Endapan lumpur dan sedimentasi yang mengendap dalam waktu panjang membuat debit air tak tertampung dan meluap ke permukiman warga.
Dampak Pendangkalan bagi Warga Sekitar
Muara Batang Kuranji merupakan salah satu pintu keluar utama aliran sungai dari hulu menuju laut. Ketika muara dangkal, air dari hulu yang volumenya besar saat hujan tidak bisa segera mengalir ke laut. Akibatnya, air meluap ke daratan dan merendam rumah-rumah warga di bantaran sungai.
Pengerukan ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi muara sebagai saluran pembuangan alami. Dengan bertambahnya kedalaman, volume air yang bisa ditampung dan dialirkan menjadi lebih besar sehingga risiko banjir bandang dapat ditekan.
Material Pascabencana Ikut Dikeruk
Selain sedimentasi rutin, material sisa pascabencana juga ikut menjadi sasaran pengerukan. Material tersebut berupa lumpur dan puing-puing yang terbawa arus dari hulu setelah banjir atau longsor terjadi di wilayah atas Sungai Batang Kuranji.
Operator alat berat terus bekerja mengangkut tumpukan material ke tempat penampungan sementara. Proses ini membutuhkan ketelitian karena muara merupakan pertemuan antara aliran sungai dan pasang surut air laut.
Langkah Antisipasi Musim Hujan
Pengerukan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. BWS Sumatera V menargetkan pengerukan rampung tepat waktu agar muara siap menampung debit air tinggi.
Warga di sekitar Ulak Karang berharap pengerukan tidak hanya dilakukan sekali. Mereka meminta pemerintah daerah dan BWS rutin memantau kondisi muara setiap tahun agar sedimentasi tidak kembali menumpuk dan menyebabkan banjir berulang.