Pencarian

Hull City Terancam Denda Poin Premier League Jika Gagal Jual Pemain Sebelum Akhir Bulan

Kamis, 18 Juni 2026 • 01:05:31 WIB
Hull City Terancam Denda Poin Premier League Jika Gagal Jual Pemain Sebelum Akhir Bulan
Hull City menghadapi ancaman pengurangan enam poin jika gagal jual pemain sebelum 1 Juli.

SUMATERA BARAT — Promosi ke Premier League sejatinya mendatangkan pemasukan fantastis sekitar £200 juta bagi Hull City. Namun, berkah itu datang dengan masalah pelik: klub sudah terlanjur jebol batas pengeluaran dalam perhitungan Profit and Sustainability (PSR). Overspend sebesar £6 juta membuat Hull berada di ambang pengurangan enam poin jika tidak segera melakukan penjualan pemain sebelum 1 Juli.

Kalkulasi PSR: Mengapa Hull Terancam?

Analis keuangan sepak bola dari BBC Sport, Kieran Maguire, menjelaskan bahwa Hull sebenarnya mencatat kerugian yang "relatif moderat" dalam beberapa musim terakhir. Itu pun hanya bisa dicapai berkat penjualan Jaden Philogene dan Jacob Greaves yang meraup £33 juta.

"Klub kehilangan hampir £19 juta di 2023-24 dan sekitar £10 juta di 2024-25. Sebelum menghitung infrastruktur, akademi, dan komunitas, ini mengindikasikan overspend di 2025-26 sekitar £17 juta," ujar Maguire. Kerugian yang lebih besar di musim 2025-26 membuat Hull tidak bisa mengklaim keringanan mitigasi.

Pemain yang Terancam Dilego: Dari Slater hingga Joseph

Pemilik Hull, Acun Ilicali, sudah blak-blakan bahwa klub harus menjual pemain. "Kami telah overspend dan harus menjual beberapa pemain sebelum 1 Juli. Ini lebih mudah dikelola daripada masalah yang pernah kami hadapi sebelumnya," kata Ilicali dalam sesi Q&A di MKM Stadium awal bulan ini.

Klub tidak ingin kehilangan pilar promosi seperti Regan Slater—yang dinobatkan sebagai pemain terbaik versi rekan setim dan suporter—atau bek tengah Charlie Hughes, peraih pemain muda terbaik dua musim beruntun. Namun, Hull sudah bersedia mendengar tawaran untuk David Akintola, Abu Kamara, dan Kasey Palmer.

Yang paling krusial adalah Kyle Joseph. Dengan ketertarikan dari beberapa klub Championship, penjualan penyerang 24 tahun itu diperkirakan bisa menutupi sebagian besar kebutuhan dana £6 juta.

Mekanisme Hukuman dan Preseden Leicester City

Di bawah aturan PSR, pengurangan poin dihitung berdasarkan skala overspend: tiga poin untuk kurang dari £2 juta, empat poin untuk £2-4 juta, lima poin untuk £4-6 juta, dan enam poin untuk £6-8 juta. Hull berada di ambang kategori terakhir.

Leicester City menjadi preseden nyata. Pada 2024, Leicester sempat lolos dari sanksi dengan argumen Premier League tidak punya yurisdiksi. Namun, aturan kemudian diubah dengan klausul timbal-balik antara Premier League dan EFL. Pada Februari lalu, EFL akhirnya menerapkan hukuman enam poin untuk Leicester yang berujung degradasi mereka.

Deadline 1 Juli: Antara SCR dan Laporan Keuangan

Mulai 1 Juli, sistem PSR akan digantikan oleh Squad Cost Ratio (SCR) yang menghitung pengeluaran skuat maksimal 85% dari pendapatan tahunan. Namun, sebelum itu, Hull harus memastikan buku keuangan mereka bersih.

Klub memiliki waktu hingga 31 Desember untuk menyerahkan laporan keuangan ke EFL. Jika tidak ada penjualan signifikan dalam dua pekan ke depan, Hull bisa menjadi tim pertama yang merasakan pahitnya sanksi poin di Premier League musim depan—bahkan sebelum musim baru dimulai.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks