PADANG PANJANG — Wali Kota Hendri Arnis menyebut iklim di kota berhawa sejuk itu sangat mendukung pengembangan cabai. Ia meminta para petani memanfaatkan bantuan secara optimal agar produksi meningkat dan pasokan terjaga.
"Kita ingin petani lebih banyak menanam cabai karena iklim Padang Panjang sangat cocok. Jika produksi meningkat, pasokan terjaga dan inflasi juga bisa kita tekan," ujarnya dalam sambutan.
Bantuan Pekarangan untuk 200 Rumah Tangga
Tak hanya petani cabai, Pemkot juga mengalokasikan Rp60 juta untuk Program Pemanfaatan Pekarangan. Program ini menyasar 200 rumah tangga di 10 kelurahan.
Bantuan yang diberikan berupa bibit sayuran, pupuk, polibag, dan plastik bibit. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian mengatakan program ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memaksimalkan lahan pekarangan yang selama ini kurang produktif.
Rencana 2027: Ayam, Bebek, dan Ikan untuk Warga
Hendri mengungkapkan, pada 2027 pemerintah kota berencana memperluas dukungan. Bantuan ayam, bebek, dan ikan akan diberikan bagi warga yang memiliki lahan dan memenuhi persyaratan.
"Setiap pekarangan bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus penambah pendapatan keluarga," kata Hendri.
Aspirasi Petani: Kompos, BBM Alsintan, dan Pestisida Mahal
Dalam dialog usai penyerahan, kelompok tani menyampaikan sejumlah keluhan. Mulai dari kebutuhan kompos yang belum tercukupi, subsidi bahan bakar alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga tingginya biaya pestisida.
Menindaklanjuti hal itu, Hendri menginstruksikan Dinas Pangan dan Pertanian menggencarkan pembuatan pestisida nabati. Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.
Ia juga meminta dinas terkait mengkaji kebutuhan riil bahan bakar alsintan, meningkatkan produksi kompos, serta menggelar forum diskusi rutin setiap bulan bersama petani. "Agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti," tegasnya.